Center Orlando Magic, Dwight Howard, enggan berkomentar mengenai kekuatan baru yang dimiliki Miami Heat dan memilih untuk berkonsentrasi pada latihan di markas timnya. Howard tak peduli dengan gunjingan orang tentang Heat yang kini memiliki dua pemain bintang untuk menemani Dwyane Wade yaitu LeBron James dan Chris Bosh.
Pemain berusia 25 tahun berjuluk "Superman" itu kerap menolak dan menghindari pertanyaan-pertanyaan mengenai "Tiga Besar" Heat yang bakal menjadi rival berat mereka di Wilayah Timur pada Liga Basket Amerika (NBA) musim 2010/2011.
"Dua orang hebat ada di Orlando yaitu Stan dan Patrick. Aku tidak membicarakan tentang Miami Heat," katanya. Dua orang yang dimaksud Howard adalah pelatih Magic, Stan Van Gundy dan asistennya, Patrick Ewing.
Howard adalah satu center dominan di NBA saat ini. Dengan tinggi 2,11meter dan fisik yang prima, dia mampu membuat pertahanan Magic kokoh. Berbeda dengan center lain yang rata-rata lamban bergerak, Howard memiliki gerakan cepat yang membuatnya cukup efektif dalam membantu serangan. Howard rata-rata mencetak 17 angka, 12 rebound dan dua blok setiap pertandingan selama enam tahun berkarir di NBA.
Musim lalu, Howard membawa Magic hingga final Wilayah Timur dengan kemenangan sempurna di seri playoff. Namun langkah mereka ke final NBA terhenti setelah mereka takluk oleh Boston Celtics yang diperkuat para pemain veteran macam Kevin Garnett, Ray Allen, dan Paul Pierce.
Howard masih akan menjadi pemain yang ditakuti pemain tim lawan jika beraksi di dekat ring. Namun James, Wade, dan Bosh bakal menjadi penghalang terbesar Howard di Wilayah Timur untuk mencapai sukses seperti musim sebelumnya. Tiga pemain Heat itu memiliki keterampilan di atas rata-rata pemain NBA lainnya dan produktif dalam mencetak angka.
Magic, Heat, dan Celtics diprediksi akan menjadi tim kuat di Wilayah Timur. Howard pun menyadari bahwa langkah Magic untuk meraih gelar juara akan semakin sulit dan berharap rekan-rekannya bisa lebih fokus.
"Jika ingin mendapatkan juara itu maka kami harus bermain layaknya sebuah tim. Setiap pemain harus benar-benar melakukan tugasnya sehingga kami bisa memenangkan gelar juara itu."
Kerap mendapat kritik karena kurangnya variasi gerakan dan tembakan jarak menengahnya yang tidak bagus, Howard lalu menimba ilmu dari pemain legenda NBA, Hakeem Olajuwon di Texas. Olajuwon, yang pernah melatih Kobe Bryant, punya dua cincin juara selama 18 tahun berkarir di NBA dan masih menjadi pemegang rekor blok di NBA sebanyak 3.830 kali.
"Sepertinya dia pernah melihatku bermain dan merasa heran bahwa ternyata aku tak pernah melakukan sesuatu yang harusnya bisa dipakai dalam pertandingan. Menurutnya, aku tak perlu takut untuk mencoba melakukan semua teknik di lapangan karena dia merasa aku bisa," kata Howard.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar