Sabtu, 14 Agustus 2010

Bali-Jabar Terbanyak ke Amerika

Pengumuman All-Star di Akhir World Camp

Skuad Development Basketball League (DBL) Indonesia All- Star kemarin (10/8) terbentuk di Surabaya. Di pengujung DBL World Camp with National Basketball League (NBL) Australia, dipilih 12 putri, 12 putra, dan lima pelatih yang akan terbang untuk belajar dan bertanding di Amerika Serikat. Sebanyak 24 pemain dan lima pelatih SMA itu telah melalui seleksi yang sangat ketat, menjalani program latihan superberat dari pelatih-pelatih Australia di DBL Arena Surabaya.
Mereka dipilih dari total 181 pemain dan 48 pelatih, yang sebelumnya disaring dari 23 ribu peserta Honda DBL 2010, liga pelajar terbesar yang dihelat di 21 kota pada 18 provinsi di Indonesia. Bali dan Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi yang paling sukses karena meloloskan pemain terbanyak.
Bali mengirimkan lima pemain, Jabar diwakili empat pebasket plus dua pelatih. ”Memilih mereka tidaklah mudah. Sebab, yang dipertimbangkan bukan hanya skill, tapi juga kemampuan fisik dan peran dalam tim,” jelas Azrul Ananda, commissioner DBL. ”Untuk membuat keputusan akhir, kami harus tega. Sebab, ada yang tidak terpilih tapi sebenarnya layak ke Amerika,” tambahnya. Andrew Vlahov, legenda basket Australia yang menjadi koordinator camp, membenarkan bahwa proses tersebut sulit.
Menurut dia, ada banyak pemain yang luar biasa berkembang selama empat hari camp. ”Mereka telah bekerja keras, tampil mati-matian. Yang tidak terpilih tak perlu sedih. Kemampuan mereka harus terus diasah agar bisa berkembang baik pada masa depan,” ujarnya.
Pujian juga disampaikan olehCorey”Homicide” Williams, bintang basket dunia yang ikut melatih di DBL World Camp 2010. ”Mereka (yang terpilih, Red) layak pergi ke Amerika. Menurut saya, merekalah aset masa depan basket Indonesia,” ujar pria yang sudah melanglang dunia bermain basket profesional tersebut. Williams yang merupakan point guard itu menyatakan kagum terhadap salah seorang pemain SMA di camp itu. Yaitu, Rizky Lyandra dari SMAN 2 Banjarmasin. ”Mainnya mirip dengan saya. Rizky itu Little Homicide,” ucapnya lantas tertawa.
Secara keseluruhan, Williams menganggap camp di Surabaya tersebut sangat baik. ”Panitia sangat professional. Pemain juga bekerja keras. Jadi, kami selaku para pelatih pun harus mengeluarkan kemampuan terbaik. Camp itu amazing. Saya angkat topi untuk semuanya,” paparnya. Bangga All-Star Pengumuman DBL Indonesia All-Star 2010 tadi malam dihelat di atrium DBL Arena dalam acara yang merangkap sebagai farewell party.
Tentu saja para pemain yang terpilih menyatakan sangat bangga. Tidak sedikit yang menangis sesenggukan begitu diumumkan bakal terbang ke Amerika. Salah seorang di antaranya adalah Teuku Rahmat Iqbal dari SMAN 9 Banda Aceh. Begitu namanya dipanggil, dia langsung bersujud syukur dan memeluk para pelatih. ”Tidak percaya saya, Bang. Kuncinya salat. Insya Allah saya memotong kambing sebagai tanda bersyukur,” ujar dia sambil terus mengusap air mata.
Kegembiraan juga dirasakan oleh Chaeranny Riezka Utami. Camper dari SMAN 5 Bandung itu menuturkan bahwa kedatangannya jauh-jauh ke Surabaya tidak sia-sia. ”Itu impian yang jadi kenyataan,” ucapnya. Dari Bali, lima pemain yang lolos terdiri atas tiga putri dan dua putra.
Salah seorang di antaranya adalahHandry SatriaS. Tahun lalu diajuga masuk all-star, pergi ke Perth. ”Itu pencapaian luar biasa. Tahun lalu pergi, tahun ini pergi lagi. Apalagi, itu kesempatan terakhir saya. Sebab, saya sudah duduk di kelas tiga SMA,” ungkap dia.
Dari provinsi lain, yang paling kecewa mungkin Jawa Timur (Jatim). Meski menjadi home base DBL Indonesia dan memiliki jumlah peserta terbesar, provinsi ini hanya meloloskan seorang pemain dan seorang pelatih. Pemain itu adalah Henny Sutjiono dari SMA Frateran Surabaya, sedangkan sang pelatih adalah Budi Santoso dari SMA Petra 5 Surabaya. ”Ini mungkin bukan tahunnya Jatim. Semoga itu bisa menjadi penyemangat supaya pemain-pemain DBL Jatim kelak lebih bersiap diri,” ucap Azrul Ananda.
Daftar lengkap tim DBL Indonesia All-Star 2010 bisa dilihat di halaman khusus DBL World Camp 2010. Tadi malam panitia juga mengumumkan hadiah tambahan. Yakni, yang gagal ke Amerika berpeluang masuk tim DBL Indonesia Selection. Rencananya, tim itu menjalani pertandingan di Malaysia akhir tahun nanti. ”Para pemainnya akan dipilih dari mereka yang lolos sampai seleksi akhir tapi tidak sampai masuk all-star plus mungkin beberapa pemain lain,” ungkap Azrul. ”Kami mengumumkan selengkapnya tidak lama lagi,” jelas dia.
Tadi malam yang diumumkan lebih dulu adalah lima pelatih tim tersebut. Yaitu, Andre Lim (SMK Immanuel 1 Pontianak), Xaverius Wiwit Agus Cahyono (SMA Tri Tunggal Semarang), Annie Mulyono (SMAN 3 Samarinda), Hidayat Natasasmita (SMA Wahidin Sudirohusodo Medan), dan William Handoko (SMA Harapan Bangsa Tangerang).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar