Minggu, 15 Agustus 2010

Upgrade Siswa Lewat Basket

Peran pelatih-pelatih SMA dalam kemajuan basket di tanah air tidak bisa dimungkiri. Berkat merekalah muncul bibit-bibit pemain hebat.
Untuk memaksimalkan potensi itu, 48 pelatih pilihan Honda DBL 2010 mendapatkan serangkaian pembelajaran dalam DBL World Camp 2010. Pada hari ketiga DBL World Camp 2010 kemarin (9/8), mereka mendapatkan materi tentang kepelatihan basket fundamental.
Pelatih dibagi dua kelompok, masing-masing berisi 24 pelatih. Pemateri dalam acara tersebut adalah pelatih klub kandidat juara NBL Indonesia Pelita Jaya Rastafari Horongbala. Pria berkacamata itu adalah salah seorang pelatih paling berpengalaman di tanah air.
Menurut dia, hal terpenting untuk diberikan bagi pebasket usia pelajar adalah fundamental basket yang meliputi dribbling, shooting, dan passing. Untuk pola permainan, mereka diingatkan lagi tentang defense dan offense. ’’Hal yang dasar harus dimatangkan dulu. Setelah itu, kalau sudah lulus, tinggal dipoles dan dimatangkan saja,’’ tuturnya.
Dia juga menjelaskan tentang waktu ideal dalam melatih sehingga tidak berbenturan dengan porsi belajar yang harus dimiliki pelajar itu. Idealnya, lanjut dia, berlatih fundamental basket cukup 6–8 jam dalam seminggu tapi dengan kontinu.
’’Kalau sudah dekat kompetisi, hal itu bisa berubah dan bisa lebih intensif lagi,’’ papar Rastafari. Dia menekankan orientasi pelatih bukan hanya pada prestasi basket. Tapi, juga menggarap sisi lain dari nilai-nilai yang diajarkan basket seperti kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras. ’’Kalau itu dapat, saya yakin orang tua dan sekolah akan lebih mendukung karena berhasil meng-upgrade anak. Dengan nilai itu, prestasinya pasti juga bisa meningkat,’’ ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar