Sabtu, 23 Oktober 2010

Game Seru, Ketagihan, Nonton Enam Hari Beruntun

Sesuai dengan tagline-nya, New Season New Hope, NBL Indonesia benar-benar menjadi harapan baru bagi basket tanah air. Jika game basket profesional sebelumnya minim penonton, sepekan terakhir DBL Arena disesaki rata-rata sekitar dua ribu penonton setiap hari.
Teriakan defense…defense… dan booo…booo… bersahutan membahana di DBL Arena tadi malam saat Satria Muda (SM) Britama Jakarta berduel melawan Garuda Flexi Bandung dalam lanjutan seri I NBL. Meski sama-sama berasal dari kota yang jaraknya ratusan kilometer dari Surabaya, dua tim itu ternyata memiliki fans yang cukup besar.
Bahkan, seolah-olah terjadi perang suporter antara SM dan Garuda tadi malam. Saat pemain SM menguasai bola, suporter Garuda kompak berteriak defense. Ketika pemain Garuda mendapatkan free throw, suporter SM tidak kalah keras dalam meneriakkan booo
Hebohnya suasana pertandingan SM kontra Garuda tadi malam adalah salah satu contoh kemeriahan NBL Indonesia yang telah berlangsung tujuh hari sejak 16 Oktober lalu. Hampir semua pertandingan yang tersaji begitu seru. Bahkan, duel SM kontra Garuda tadi malam harus diselesaikan melalui overtime setelah sampai berakhirnya waktu normal kedudukan imbang 61- 61. SM akhirnya menang 70-64.
Pertandingan SM kontra Garuda tadi malam ditonton tidak kurang dari 2.500 penonton. Penonton paling banyak adalah opening day Sabtu lalu yang disaksikan tidak kurang dari 5.500 penonton. Kalau dirata-rata, selama tujuh hari seri I, setiap hari sekitar 2.500 penonton datang ke DBL Arena. Angka itu cukup fantastis karena pada era sebelumnya, IBL, sehari rata-rata dihadiri tidak sampai seribu penonton.
Tingginya animo penonton untuk datang langsung ke DBL Arena dan serunya pertandingan sebenarnya adalah hal yang saling terkait satu dengan lainnya. Penonton akan datang ke arena jika mereka bisa menyaksikan pertandingan yang seru. Sebaliknya, pemain akan lebih terlecut untuk menunjukkan performa terbaik jika suasana pertandingan penuh emosi karena banyaknya penonton.
”Saya lebih semangat dengan atmosfer NBL yang ramai. Meski bertanding dua hari beruntun, saya tidak merasa lelah,” kata Agustinus Indrajaya, center CLS Knights. Kamis lalu (21/10) Indrajaya tampil hebat dengan mendulang 24 poin untuk mengantarkan CLS mengalahkan Aspac Jakarta. Padahal, sehari sebelumnya, CLS bermain habis-habisan melawan Garuda.
Salah seorang penonton asal Surabaya Adeline Nadia menyatakan kagum dengan ramainya atmosfer NBL Indonesia. Dalam waktu singkat, PT DBL Indonesia selaku pengelola liga mampu meyakinkan penonton untuk datang ke arena pertandingan.
”Liga ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini lebih terkonsep. Ya tata acaranya, ya pertandingannya,” kata Nadia menjelang laga SM melawan Garuda kemarin. ”Ini bisa menjadi sinyal bagus bahwa basket tidak hanya pertandingan, tetapi juga hiburan,” tambahnya.
Perempuan 18 tahun itu menambahkan, karena puas, dia sampai menonton pertandingan enam hari beruntun. Menurut Nadia, dirinya tidak hanya mendukung satu tim saat nonton NBL Indonesia. Saat CLS melawan Aspac, alumnus SMA Kristen Petra 5 Surabaya itu juga mendukung tim tamu. ”Saya suka keduanya. Saya dukung keduanya. Saya akan terus bersorak, siapa pun di antara keduanya yang main bagus,” tambahnya.

Tampil Live di ANTV, CLS Raih Kemenangan


Nuvo CLS Knights Surabaya yang menang dalam lima pertandingan terakhir, menutup seri I dengan kemenangan 66-52 atas Stadium Jakarta. Setiap kemenangan yang selalu diraih dengan selisih dua digit bisa jadi merupakan pertanda bahwa tim asal Kota Pahlawan ini layak menjadi salah satu kandidat juara NBL Indonesia. Apalagi putaran final nanti kembali akan digelar di DBL Arena Surabaya.
Stadium yang menurunkan para pemain andalannya seperti Merio Ferdiayansyah, Randolph Ariestedes, dan Dino Leonardo langsung tertinggal sejak kuarter pertama. Disiplin tinggi dari para pemain CLS Knights saat bertahan membuat skuad coach Abdurrahman Padang hanya mampu memasukan 6 poin di kuarter 1, sementara tajamnya serangan CLS Knights yang digalang oleh Agustinus Indrajaya dan Febri Utomo mampu meroket dengan 20 angka.
Pada kuarter 2, Indrajaya dan Febri bermain sangat eksplosif. CLS Knights sangat sedikit memberi ruang pergerakan bagi para pemain Stadium. Pola pertahanan man-to-man yang disiplin benar-benar mematikan Stadium. Kuarter ini ditutup dengan skor 31-20 untuk CLS Knights.
Melewatkan semua pertandingan di Seri I Surabaya ini, CLS Knights menunjukan tren meningkat dari sisi pertahanan, terlebih penyerangan. Apalagi pada saat melawan Stadium. Pergerakan bola yang selalu mampir ke tangan setiap pemain sebelum akhirnya dieksekusi, mampu membuat pertahanan Stadium terbuka lebar dan mudah ditembus. CLS Knights juga menunjukan karakter tim yang semakin solid yaitu disiplin dan kerja keras.
Point guard Febri Utomo mendulang raihan terbanyak bagi CLS Knights dengan 16 angka, disusul oleh Indrajaya 14 poin. Di kubu Stadium, point guard andalan mereka mencetak 15 angka. Sayang, permainan baik dari Merio tidak diiringi oleh rekan-rekannya yang lain.
Kemenangan yang diraih CLS Knights bukan hanya disaksikan oleh penonton di DBL Arena Surabaya, namun juga disaksikan oleh para pemirsa ANTV. Sebab, laga CLS melawan Stadium itu adalah laga NBL Indonesia pertama yang disiarkan oleh televisi nasional. Laga berikutnya yang akan ditayangkan di ANTV dijadwalkan pada 20 November mendatang, ketika NBL mengunjungi GOR C-Tra Arena Bandung.

Jumat, 22 Oktober 2010

Tinggal Pelita Jaya Undefeated

Enam hari sudah berlalu di seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia di DBL Arena Surabaya. Di antara sepuluh tim, tinggal satu yang memiliki status undefeated alias belum terkalahkan. Tim itu adalah Pelita Jaya Esia yang kemarin (21/10) menang lagi atas Satya Wacana Angsapura Salatiga, 76-39.
Dell Aspac Jakarta tadi malam menjadi tim kesembilan yang merasakan kekalahan. Mario Gerungan dkk menjadi korban lanjutan Nuvo CLS Knights Surabaya, 64-49.
Tadi malam CLS memang kembali tampil kesetanan. Setelah sehari sebelumnya menghancurkan Garuda Flexi Bandung, Agustinus Indrajaya dkk langsung melejit di kuarter pertama, unggul 21-11. Bila saat melawan Garuda mengandalkan tembakan-tembakan tiga angka, kali ini giliran hantaman dalam Indrajaya yang meraih poin paling banyak di awal. Saat half-time, Indrajaya sudah punya 14 poin.
Pada kuarter ketiga, Aspac tetap tenang. Saat laga tinggal dua menit, Aspac bahkan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 40-44. Namun, CLS tidak membiarkan momentum berbalik, menutup kuarter tersebut dengan keunggulan 46-40.
Lagi-lagi, Aspac mendekat di kuarter keempat. Bukan lewat offense, melainkan lewat defense tangguh, khususnya oleh sang center, M. Isman Thoyib. Waktu tinggal lima menit, skor mendekat lagi 48-45 untuk CLS. Lagi-lagi pula, CLS mampu bertahan dan menjauh sedikit. Tembakan tiga angka Dwi Haryoko dan layup Dimaz Muharri membuat skor jadi 53-45.
Setelah itu, persaingan jadi konstan, dan pertandingan berakhir 64-49 untuk CLS. Indrajaya membukukan poin terbanyak dengan 24 poin. Pelatih CLS W. Amran mengatakan sangat puas dengan penampilan timnya tadi malam. Menurut dia, CLS bermain dengan determinasi tinggi dan semangat yang sangat hebat. Meski ketir-ketir karena penampilan CLS sempat drop pada kuarter keempat, Amran lega akhirnya anak asuhnya bisa bangkit dan memenangi pertandingan.
”Saya bangga dengan permainan anak-anak yang penuh semangat dan pantang menyerah. Apalagi, defense-nya sangat kuat. Strategi kami untuk mengombinasikan permainan cepat dan pelan berjalan sangat maksimal,” ungkapnya.
”Kemenangan ini sangat berarti bagi kami. Sebab, tahun lalu kami tidak pernah sekali pun bisa mengalahkan Aspac,” tambah Indrajaya.
Bagi CLS, itu merupakan kemenangan membangun momentum dan kepercayaan para penggemar, sebelum laga penutup mereka di seri pertama ini Sabtu besok (23/10). Apalagi, duel melawan kuda hitam Stadium Jakarta tersebut akan menjadi laga NBL Indonesia perdana yang ditayangkan live secara nasional, melalui AnTV (pukul 12.30 WIB).
Kalau menang lagi saat melawan Stadium, berarti CLS punya rekor 5-1 setelah seri perdana ini. Memberi modal kuat untuk menjalani seri-seri berikutnya di Bandung, Solo, Denpasar, dan Jakarta.

Garuda v SM, Duel Raksasa Terluka

DUEL dua tim raksasa yang terluka akan tersaji di DBL Arena nanti sore (22/10). Yakni, Garuda Flexi Bandung melawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta.
Dengan skuad bertabur bintang, mereka disebut-sebut sebagai kandidat juara musim perdana NBL Indonesia. Mereka juga memiliki sejarah hebat di era liga sebelumnya, IBL. SM juara empat edisi terakhir, sedangkan Garuda selalu menembus final four dalam beberapa musim terakhir. Bahkan, pada 2008 Garuda menembus final dan menjadi runner-up setelah dikalahkan SM.
Namun, keperkasaan mereka seolah luntur di seri I NBL Indonesia. SM menelan dua kekalahan di dua laga awal. Yaitu, melawan Dell Aspac Jakarta dan Pelita Jaya Esia Jakarta.
Dalam dua pertandingan berikutnya mereka memang mampu meraih dua kemenangan. Melawan Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel Senin lalu (18/10) dan melawan Bimasakti Nikko Steel Malang kemarin dengan skor 74- 44. Namun, itu belum memupus keraguan terhadap SM. Sebab, yang dikalahkan adalah tim papan bawah.
Garuda tidak kalah buruk. Pada pertandingan pertama (19/10) mereka nyaris dikalahkan Muba Hangtuah. Mereka akhirnya menang 61-58, memanfaatkan kesalahan lawan di detik akhir pertandingan. Pada laga kedua (20/10), Garuda dihajar tim kuat Nuvo CLS Knights 74-43.
Nah, laga sore nanti adalah momen yang pas bagi Garuda dan SM untuk memupus keraguan itu. Menang, itu akan menjadi bukti kebangkitan salah satu di antara mereka. Sebaliknya, tim yang kalah semakin terpuruk.
Pelatih SM Fictor Gideon Roring menyatakan timnya masih mencari bentuk permainan terbaik. Meski menang telak melawan Bimasakti kemarin, dia belum puas.
kemarin, dia belum puas. ”Kami belum menemukan apinya. Kelihatannya masih tertinggal di Jakarta. Tim kami bermain biasa-biasa saja,” kata pelatih yang akrab disapa Ito itu.
Bentrok Garuda melawan SM itu akan memantik emosi Wendha Wijaya. Point guard Garuda itu akan menghadapi mantan teman setimnya. Sebab, dia baru beberapa bulan lalu di-trade oleh SM ke tim asal Bandung tersebut.
”Kami akan mencoba yang terbaik pada laga besok (hari ini, Red). Semuanya bisa saja terjadi. Yang penting, kami akan mempersiapkan tim ini dengan sematang mungkin,” kata pelatih Garuda Johannis Winar.

Dikunjungi Pemain Basket Ganteng, Sekolah pun Jadi Cantik

PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia selaku penyelenggara NBL Indonesia memiliki banyak cara untuk mendekatkan diri kepada para fans. Salah satunya, mengunjungi SDN Wonokromo III Surabaya dalam program NBL Berbagi bersama EMCO kemarin (21/10).
SENYUM Siti Mariyani mengembang. Mata Kepala SDN Wonokromo III tersebut berbinar saat menyalami forward Satria Muda (SM) Britama Jakarta Christian Ronaldo Sitepu di gerbang sekolah.
”Tinggi sekali ya, selamat datang dan terima kasih karena mau datang ke SD kami,” kata Mariyani lantas tersenyum lebar dan memeluk pinggang Dodo –panggilan Christian Ronaldo Sitepu. Memang, untuk ukuran orang Indonesia, Dodo yang bertinggi 200 cm dan memiliki berat 99 kg terlihat cukup meraksasa. Hal itu sangat kontras dengan tinggi Mariyani yang ”hanya” 158 cm.
Setelah menyalami Dodo, Mariyani menyambut tiga pemain NBL lainnya yang datang. Mereka adalah shooting guard Nuvo CLS Knights Surabaya Andrie Ekayana, power forward Citra Satria Jakarta Evin Istianto Hadi, dan forward Stadium Jakarta Ruslan. ”Pemain NBL ganteng-ganteng ya,” ujar Mariyani lalu tertawa lebar.
Di dalam sekolah, ratusan siswa menyambut dengan meriah kehadiran para pemain NBL. Mereka berkumpul di lapangan upacara dengan membawa botol air minum kemasan yang diisi pasir. Tujuannya, menciptakan suasana ramai dan sangat meriah. Saat panitia memperkenalkan satu per satu pemain tersebut, siswa SDN Wonokromo III kompak bertepuk tangan. Suasana bertambah meriah karena para guru SD yang terletak di gang XI Jalan Karangrejo Sawah, Kecamatan Wonokromo, itu kompak memainkan musik dan menyanyikan lagu Surabaya-Surabaya.
Belasan siswa yang memakai baju olahraga lantas membuat lingkaran. Empat pemain NBL mengajarkan teknik dasar bermain basket. Yayan –sapaan akrab Andrie Ekayana– menjadi instruktur. Sedangkan Dodo dan Evin mencontohkan cara dasar melakukan passing dan dribbling.
”Saya ingin menjadi pemain bakset kalau sudah besar. Saya ingin tinggi seperti kakak-kakak itu. Saya ingin sehat, kuat, dan rajin latihan,” ucap Muhammad Habib Faraz, siswa kelas IV.
Setelah mengajarkan dasar bermain basket, para pemain NBL lantas membuat game menarik. Anak-anak SD tersebut berlomba cepat melakukan dribble. Teriakan-teriakan pemberi semangat membahana di SD yang memiliki 393 siswa dan 20 guru tersebut. Pemenangnya mendapatkan t-shirt resmi NBL Indonesia.
Pada akhir acara, Dodo dkk menggendong empat anak kecil untuk mengecat salah satu sudut sekolah dengan menggunakan cat Emco. Pengecatan tersebut memang menjadi salah satu agenda acara. Pihak Emco nanti mengecat beberapa tembok di beberapa sudut sekolah agar terlihat indah dan bersih.
”Kami melakukan kegiatan ini dalam rangka perayaan 60 tahun berdirinya perusahaan kami. Tahun ini, kami melakukan banyak kegiatan sosial. Program NBL Berbagi adalah kegiatan sosial yang sejalan dengan program kami tersebut. Kegiatan ini sangat baik untuk memasyarakatkan olahraga. Kami akan mendukung penuh,” tegas Managing Director PT Mataram Paint (EMCO) Freddy Pangkey.
Mariyani mengatakan, pihaknya sangat senang mendapatkan kunjungan para pemain tersebut. Apalagi, sebagai bagian dari kunjungan itu, NBL dan EMCO mengecat sekolah tersebut. ”Saya mendukung penuh NBL. Semoga makin jaya. Terima kasih, kedatangan para pemain ini sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi sangat gembira,” tuturnya.

Sebarkan Semangat Entrepreneurship

SUKSES PT DBL Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi basket pelajar terheboh di tanah air, Honda DBL, terus menginspirasi banyak pihak. Salah satuya adalah Universitas Ciputra. Kemarin (21/10) mereka mengundang Azrul Ananda, commissioner DBL dan NBL Indonesia, untuk menjadi keynote speaker dalam seminar business inspiring di auditorium Universitas Ciputra.
Seminar itu diselenggarakan oleh jurusan bisnis internasional. Total 400 peserta hadir dalam seminar bertajuk Menumbuhkan Semangat Anak Muda untuk Menjadi Entrepreneur itu.
Dalam acara tersebut, Azrul menjelaskan kiat-kiat yang dia lakukan untuk membesarkan DBL. Menurut dia, dalam tiap tahap perkembangan DBL, strategi yang dilakukan harus disesuaikan. Itu pula yang dilakukan saat PT DBL Indonesia mulai mengelola liga profesional NBL Indonesia mulai tahun ini.

Live Pertama di AnTV, Diskon di DBL Arena

UNTUK kali pertama, pertandingan NBL Indonesia akan ditayangkan langsung stasiun televisi nasional AnTV besok (23/10). Rangkaian tayangan langsung itu dimulai pukul 12.30 WIB, sedangkan open gate DBL Arena dilakukan pukul 12.00.
Bagi fans basket di Surabaya, tayangan live itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan betapa hebohnya atmosfer basket di Kota Pahlawan kepada penonton di daerah lain. Apalagi, yang akan bertanding besok adalah tim kebanggaan Surabaya, CLS Knights, melawan Stadium Jakarta.
Sebagai catatan, dalam enam hari pertama Seri I NBL di Surabaya, rata-rata lebih dari dua ribu penonton setiap hari datang ke DBL Arena. Bahkan, pada opening day Sabtu lalu, tidak kurang dari 5.500 penonton datang langsung ke arena.
NBL Indonesia sendiri akan memberikan keistimewaan kepada para fans yang datang langsung ke DBL Arena pada saat tayangan live itu. Penonton yang membeli tiket sebelum pukul 13.00 akan mendapatkan diskon 50 persen. Para fans basket di luar Surabaya bisa menyaksikan pertandingan seru NBL melalui tayangan langsung itu.