Sabtu, 23 Oktober 2010

Game Seru, Ketagihan, Nonton Enam Hari Beruntun

Sesuai dengan tagline-nya, New Season New Hope, NBL Indonesia benar-benar menjadi harapan baru bagi basket tanah air. Jika game basket profesional sebelumnya minim penonton, sepekan terakhir DBL Arena disesaki rata-rata sekitar dua ribu penonton setiap hari.
Teriakan defense…defense… dan booo…booo… bersahutan membahana di DBL Arena tadi malam saat Satria Muda (SM) Britama Jakarta berduel melawan Garuda Flexi Bandung dalam lanjutan seri I NBL. Meski sama-sama berasal dari kota yang jaraknya ratusan kilometer dari Surabaya, dua tim itu ternyata memiliki fans yang cukup besar.
Bahkan, seolah-olah terjadi perang suporter antara SM dan Garuda tadi malam. Saat pemain SM menguasai bola, suporter Garuda kompak berteriak defense. Ketika pemain Garuda mendapatkan free throw, suporter SM tidak kalah keras dalam meneriakkan booo
Hebohnya suasana pertandingan SM kontra Garuda tadi malam adalah salah satu contoh kemeriahan NBL Indonesia yang telah berlangsung tujuh hari sejak 16 Oktober lalu. Hampir semua pertandingan yang tersaji begitu seru. Bahkan, duel SM kontra Garuda tadi malam harus diselesaikan melalui overtime setelah sampai berakhirnya waktu normal kedudukan imbang 61- 61. SM akhirnya menang 70-64.
Pertandingan SM kontra Garuda tadi malam ditonton tidak kurang dari 2.500 penonton. Penonton paling banyak adalah opening day Sabtu lalu yang disaksikan tidak kurang dari 5.500 penonton. Kalau dirata-rata, selama tujuh hari seri I, setiap hari sekitar 2.500 penonton datang ke DBL Arena. Angka itu cukup fantastis karena pada era sebelumnya, IBL, sehari rata-rata dihadiri tidak sampai seribu penonton.
Tingginya animo penonton untuk datang langsung ke DBL Arena dan serunya pertandingan sebenarnya adalah hal yang saling terkait satu dengan lainnya. Penonton akan datang ke arena jika mereka bisa menyaksikan pertandingan yang seru. Sebaliknya, pemain akan lebih terlecut untuk menunjukkan performa terbaik jika suasana pertandingan penuh emosi karena banyaknya penonton.
”Saya lebih semangat dengan atmosfer NBL yang ramai. Meski bertanding dua hari beruntun, saya tidak merasa lelah,” kata Agustinus Indrajaya, center CLS Knights. Kamis lalu (21/10) Indrajaya tampil hebat dengan mendulang 24 poin untuk mengantarkan CLS mengalahkan Aspac Jakarta. Padahal, sehari sebelumnya, CLS bermain habis-habisan melawan Garuda.
Salah seorang penonton asal Surabaya Adeline Nadia menyatakan kagum dengan ramainya atmosfer NBL Indonesia. Dalam waktu singkat, PT DBL Indonesia selaku pengelola liga mampu meyakinkan penonton untuk datang ke arena pertandingan.
”Liga ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini lebih terkonsep. Ya tata acaranya, ya pertandingannya,” kata Nadia menjelang laga SM melawan Garuda kemarin. ”Ini bisa menjadi sinyal bagus bahwa basket tidak hanya pertandingan, tetapi juga hiburan,” tambahnya.
Perempuan 18 tahun itu menambahkan, karena puas, dia sampai menonton pertandingan enam hari beruntun. Menurut Nadia, dirinya tidak hanya mendukung satu tim saat nonton NBL Indonesia. Saat CLS melawan Aspac, alumnus SMA Kristen Petra 5 Surabaya itu juga mendukung tim tamu. ”Saya suka keduanya. Saya dukung keduanya. Saya akan terus bersorak, siapa pun di antara keduanya yang main bagus,” tambahnya.

Tampil Live di ANTV, CLS Raih Kemenangan


Nuvo CLS Knights Surabaya yang menang dalam lima pertandingan terakhir, menutup seri I dengan kemenangan 66-52 atas Stadium Jakarta. Setiap kemenangan yang selalu diraih dengan selisih dua digit bisa jadi merupakan pertanda bahwa tim asal Kota Pahlawan ini layak menjadi salah satu kandidat juara NBL Indonesia. Apalagi putaran final nanti kembali akan digelar di DBL Arena Surabaya.
Stadium yang menurunkan para pemain andalannya seperti Merio Ferdiayansyah, Randolph Ariestedes, dan Dino Leonardo langsung tertinggal sejak kuarter pertama. Disiplin tinggi dari para pemain CLS Knights saat bertahan membuat skuad coach Abdurrahman Padang hanya mampu memasukan 6 poin di kuarter 1, sementara tajamnya serangan CLS Knights yang digalang oleh Agustinus Indrajaya dan Febri Utomo mampu meroket dengan 20 angka.
Pada kuarter 2, Indrajaya dan Febri bermain sangat eksplosif. CLS Knights sangat sedikit memberi ruang pergerakan bagi para pemain Stadium. Pola pertahanan man-to-man yang disiplin benar-benar mematikan Stadium. Kuarter ini ditutup dengan skor 31-20 untuk CLS Knights.
Melewatkan semua pertandingan di Seri I Surabaya ini, CLS Knights menunjukan tren meningkat dari sisi pertahanan, terlebih penyerangan. Apalagi pada saat melawan Stadium. Pergerakan bola yang selalu mampir ke tangan setiap pemain sebelum akhirnya dieksekusi, mampu membuat pertahanan Stadium terbuka lebar dan mudah ditembus. CLS Knights juga menunjukan karakter tim yang semakin solid yaitu disiplin dan kerja keras.
Point guard Febri Utomo mendulang raihan terbanyak bagi CLS Knights dengan 16 angka, disusul oleh Indrajaya 14 poin. Di kubu Stadium, point guard andalan mereka mencetak 15 angka. Sayang, permainan baik dari Merio tidak diiringi oleh rekan-rekannya yang lain.
Kemenangan yang diraih CLS Knights bukan hanya disaksikan oleh penonton di DBL Arena Surabaya, namun juga disaksikan oleh para pemirsa ANTV. Sebab, laga CLS melawan Stadium itu adalah laga NBL Indonesia pertama yang disiarkan oleh televisi nasional. Laga berikutnya yang akan ditayangkan di ANTV dijadwalkan pada 20 November mendatang, ketika NBL mengunjungi GOR C-Tra Arena Bandung.

Jumat, 22 Oktober 2010

Tinggal Pelita Jaya Undefeated

Enam hari sudah berlalu di seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia di DBL Arena Surabaya. Di antara sepuluh tim, tinggal satu yang memiliki status undefeated alias belum terkalahkan. Tim itu adalah Pelita Jaya Esia yang kemarin (21/10) menang lagi atas Satya Wacana Angsapura Salatiga, 76-39.
Dell Aspac Jakarta tadi malam menjadi tim kesembilan yang merasakan kekalahan. Mario Gerungan dkk menjadi korban lanjutan Nuvo CLS Knights Surabaya, 64-49.
Tadi malam CLS memang kembali tampil kesetanan. Setelah sehari sebelumnya menghancurkan Garuda Flexi Bandung, Agustinus Indrajaya dkk langsung melejit di kuarter pertama, unggul 21-11. Bila saat melawan Garuda mengandalkan tembakan-tembakan tiga angka, kali ini giliran hantaman dalam Indrajaya yang meraih poin paling banyak di awal. Saat half-time, Indrajaya sudah punya 14 poin.
Pada kuarter ketiga, Aspac tetap tenang. Saat laga tinggal dua menit, Aspac bahkan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 40-44. Namun, CLS tidak membiarkan momentum berbalik, menutup kuarter tersebut dengan keunggulan 46-40.
Lagi-lagi, Aspac mendekat di kuarter keempat. Bukan lewat offense, melainkan lewat defense tangguh, khususnya oleh sang center, M. Isman Thoyib. Waktu tinggal lima menit, skor mendekat lagi 48-45 untuk CLS. Lagi-lagi pula, CLS mampu bertahan dan menjauh sedikit. Tembakan tiga angka Dwi Haryoko dan layup Dimaz Muharri membuat skor jadi 53-45.
Setelah itu, persaingan jadi konstan, dan pertandingan berakhir 64-49 untuk CLS. Indrajaya membukukan poin terbanyak dengan 24 poin. Pelatih CLS W. Amran mengatakan sangat puas dengan penampilan timnya tadi malam. Menurut dia, CLS bermain dengan determinasi tinggi dan semangat yang sangat hebat. Meski ketir-ketir karena penampilan CLS sempat drop pada kuarter keempat, Amran lega akhirnya anak asuhnya bisa bangkit dan memenangi pertandingan.
”Saya bangga dengan permainan anak-anak yang penuh semangat dan pantang menyerah. Apalagi, defense-nya sangat kuat. Strategi kami untuk mengombinasikan permainan cepat dan pelan berjalan sangat maksimal,” ungkapnya.
”Kemenangan ini sangat berarti bagi kami. Sebab, tahun lalu kami tidak pernah sekali pun bisa mengalahkan Aspac,” tambah Indrajaya.
Bagi CLS, itu merupakan kemenangan membangun momentum dan kepercayaan para penggemar, sebelum laga penutup mereka di seri pertama ini Sabtu besok (23/10). Apalagi, duel melawan kuda hitam Stadium Jakarta tersebut akan menjadi laga NBL Indonesia perdana yang ditayangkan live secara nasional, melalui AnTV (pukul 12.30 WIB).
Kalau menang lagi saat melawan Stadium, berarti CLS punya rekor 5-1 setelah seri perdana ini. Memberi modal kuat untuk menjalani seri-seri berikutnya di Bandung, Solo, Denpasar, dan Jakarta.

Garuda v SM, Duel Raksasa Terluka

DUEL dua tim raksasa yang terluka akan tersaji di DBL Arena nanti sore (22/10). Yakni, Garuda Flexi Bandung melawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta.
Dengan skuad bertabur bintang, mereka disebut-sebut sebagai kandidat juara musim perdana NBL Indonesia. Mereka juga memiliki sejarah hebat di era liga sebelumnya, IBL. SM juara empat edisi terakhir, sedangkan Garuda selalu menembus final four dalam beberapa musim terakhir. Bahkan, pada 2008 Garuda menembus final dan menjadi runner-up setelah dikalahkan SM.
Namun, keperkasaan mereka seolah luntur di seri I NBL Indonesia. SM menelan dua kekalahan di dua laga awal. Yaitu, melawan Dell Aspac Jakarta dan Pelita Jaya Esia Jakarta.
Dalam dua pertandingan berikutnya mereka memang mampu meraih dua kemenangan. Melawan Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel Senin lalu (18/10) dan melawan Bimasakti Nikko Steel Malang kemarin dengan skor 74- 44. Namun, itu belum memupus keraguan terhadap SM. Sebab, yang dikalahkan adalah tim papan bawah.
Garuda tidak kalah buruk. Pada pertandingan pertama (19/10) mereka nyaris dikalahkan Muba Hangtuah. Mereka akhirnya menang 61-58, memanfaatkan kesalahan lawan di detik akhir pertandingan. Pada laga kedua (20/10), Garuda dihajar tim kuat Nuvo CLS Knights 74-43.
Nah, laga sore nanti adalah momen yang pas bagi Garuda dan SM untuk memupus keraguan itu. Menang, itu akan menjadi bukti kebangkitan salah satu di antara mereka. Sebaliknya, tim yang kalah semakin terpuruk.
Pelatih SM Fictor Gideon Roring menyatakan timnya masih mencari bentuk permainan terbaik. Meski menang telak melawan Bimasakti kemarin, dia belum puas.
kemarin, dia belum puas. ”Kami belum menemukan apinya. Kelihatannya masih tertinggal di Jakarta. Tim kami bermain biasa-biasa saja,” kata pelatih yang akrab disapa Ito itu.
Bentrok Garuda melawan SM itu akan memantik emosi Wendha Wijaya. Point guard Garuda itu akan menghadapi mantan teman setimnya. Sebab, dia baru beberapa bulan lalu di-trade oleh SM ke tim asal Bandung tersebut.
”Kami akan mencoba yang terbaik pada laga besok (hari ini, Red). Semuanya bisa saja terjadi. Yang penting, kami akan mempersiapkan tim ini dengan sematang mungkin,” kata pelatih Garuda Johannis Winar.

Dikunjungi Pemain Basket Ganteng, Sekolah pun Jadi Cantik

PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia selaku penyelenggara NBL Indonesia memiliki banyak cara untuk mendekatkan diri kepada para fans. Salah satunya, mengunjungi SDN Wonokromo III Surabaya dalam program NBL Berbagi bersama EMCO kemarin (21/10).
SENYUM Siti Mariyani mengembang. Mata Kepala SDN Wonokromo III tersebut berbinar saat menyalami forward Satria Muda (SM) Britama Jakarta Christian Ronaldo Sitepu di gerbang sekolah.
”Tinggi sekali ya, selamat datang dan terima kasih karena mau datang ke SD kami,” kata Mariyani lantas tersenyum lebar dan memeluk pinggang Dodo –panggilan Christian Ronaldo Sitepu. Memang, untuk ukuran orang Indonesia, Dodo yang bertinggi 200 cm dan memiliki berat 99 kg terlihat cukup meraksasa. Hal itu sangat kontras dengan tinggi Mariyani yang ”hanya” 158 cm.
Setelah menyalami Dodo, Mariyani menyambut tiga pemain NBL lainnya yang datang. Mereka adalah shooting guard Nuvo CLS Knights Surabaya Andrie Ekayana, power forward Citra Satria Jakarta Evin Istianto Hadi, dan forward Stadium Jakarta Ruslan. ”Pemain NBL ganteng-ganteng ya,” ujar Mariyani lalu tertawa lebar.
Di dalam sekolah, ratusan siswa menyambut dengan meriah kehadiran para pemain NBL. Mereka berkumpul di lapangan upacara dengan membawa botol air minum kemasan yang diisi pasir. Tujuannya, menciptakan suasana ramai dan sangat meriah. Saat panitia memperkenalkan satu per satu pemain tersebut, siswa SDN Wonokromo III kompak bertepuk tangan. Suasana bertambah meriah karena para guru SD yang terletak di gang XI Jalan Karangrejo Sawah, Kecamatan Wonokromo, itu kompak memainkan musik dan menyanyikan lagu Surabaya-Surabaya.
Belasan siswa yang memakai baju olahraga lantas membuat lingkaran. Empat pemain NBL mengajarkan teknik dasar bermain basket. Yayan –sapaan akrab Andrie Ekayana– menjadi instruktur. Sedangkan Dodo dan Evin mencontohkan cara dasar melakukan passing dan dribbling.
”Saya ingin menjadi pemain bakset kalau sudah besar. Saya ingin tinggi seperti kakak-kakak itu. Saya ingin sehat, kuat, dan rajin latihan,” ucap Muhammad Habib Faraz, siswa kelas IV.
Setelah mengajarkan dasar bermain basket, para pemain NBL lantas membuat game menarik. Anak-anak SD tersebut berlomba cepat melakukan dribble. Teriakan-teriakan pemberi semangat membahana di SD yang memiliki 393 siswa dan 20 guru tersebut. Pemenangnya mendapatkan t-shirt resmi NBL Indonesia.
Pada akhir acara, Dodo dkk menggendong empat anak kecil untuk mengecat salah satu sudut sekolah dengan menggunakan cat Emco. Pengecatan tersebut memang menjadi salah satu agenda acara. Pihak Emco nanti mengecat beberapa tembok di beberapa sudut sekolah agar terlihat indah dan bersih.
”Kami melakukan kegiatan ini dalam rangka perayaan 60 tahun berdirinya perusahaan kami. Tahun ini, kami melakukan banyak kegiatan sosial. Program NBL Berbagi adalah kegiatan sosial yang sejalan dengan program kami tersebut. Kegiatan ini sangat baik untuk memasyarakatkan olahraga. Kami akan mendukung penuh,” tegas Managing Director PT Mataram Paint (EMCO) Freddy Pangkey.
Mariyani mengatakan, pihaknya sangat senang mendapatkan kunjungan para pemain tersebut. Apalagi, sebagai bagian dari kunjungan itu, NBL dan EMCO mengecat sekolah tersebut. ”Saya mendukung penuh NBL. Semoga makin jaya. Terima kasih, kedatangan para pemain ini sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi sangat gembira,” tuturnya.

Sebarkan Semangat Entrepreneurship

SUKSES PT DBL Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi basket pelajar terheboh di tanah air, Honda DBL, terus menginspirasi banyak pihak. Salah satuya adalah Universitas Ciputra. Kemarin (21/10) mereka mengundang Azrul Ananda, commissioner DBL dan NBL Indonesia, untuk menjadi keynote speaker dalam seminar business inspiring di auditorium Universitas Ciputra.
Seminar itu diselenggarakan oleh jurusan bisnis internasional. Total 400 peserta hadir dalam seminar bertajuk Menumbuhkan Semangat Anak Muda untuk Menjadi Entrepreneur itu.
Dalam acara tersebut, Azrul menjelaskan kiat-kiat yang dia lakukan untuk membesarkan DBL. Menurut dia, dalam tiap tahap perkembangan DBL, strategi yang dilakukan harus disesuaikan. Itu pula yang dilakukan saat PT DBL Indonesia mulai mengelola liga profesional NBL Indonesia mulai tahun ini.

Live Pertama di AnTV, Diskon di DBL Arena

UNTUK kali pertama, pertandingan NBL Indonesia akan ditayangkan langsung stasiun televisi nasional AnTV besok (23/10). Rangkaian tayangan langsung itu dimulai pukul 12.30 WIB, sedangkan open gate DBL Arena dilakukan pukul 12.00.
Bagi fans basket di Surabaya, tayangan live itu menjadi kesempatan untuk menunjukkan betapa hebohnya atmosfer basket di Kota Pahlawan kepada penonton di daerah lain. Apalagi, yang akan bertanding besok adalah tim kebanggaan Surabaya, CLS Knights, melawan Stadium Jakarta.
Sebagai catatan, dalam enam hari pertama Seri I NBL di Surabaya, rata-rata lebih dari dua ribu penonton setiap hari datang ke DBL Arena. Bahkan, pada opening day Sabtu lalu, tidak kurang dari 5.500 penonton datang langsung ke arena.
NBL Indonesia sendiri akan memberikan keistimewaan kepada para fans yang datang langsung ke DBL Arena pada saat tayangan live itu. Penonton yang membeli tiket sebelum pukul 13.00 akan mendapatkan diskon 50 persen. Para fans basket di luar Surabaya bisa menyaksikan pertandingan seru NBL melalui tayangan langsung itu.

Aspac Akhiri Seri I dengan Kemenangan

Setelah ditekuk CLS Knights 64-49, hari ini Aspac kembali bangkit dan menunjukan stabilitasnya dengan mengalahkan wakil kota apel, Bimasakti Nikko Steel Malang dengan selisih 15 angka, 66-51.
Unggul dalam segi big men, Aspac menyusahkan Bimasakti ketika berada di dalam paint area. Pemusatan pertahanan di bagian dalam Bimasakti justru dimanfaatkan Aspac untuk menembak dari luar. Strategi ini berjalan dengan baik, terbukti sepanjang kuarter 1, Mario Gerungan dan Okiwira Sanjaya melesakan masing-masing 5 angka dari tembakan luar. Aspac langsung meninggalkan Bimasakti di kuarter 1 dengan skor 20-11.
Selama kuarter 2, giliran pemain Aspac berpostur besar yang mengambil alih serangan. Forward Vinton Nolland yang hanya mengemas 3 angka pada kuarter 1 tampil lebih ngotot dan menambah 5 angka lagi pada kuarter 2. Dari sisi Bimasakti, Gipsona tampil memukau hingga kuarter 2 dengan meraih 8 angka walaupun secara keseluruhan Bimasakti masih tertinggal 23-33 di ujung kuarter 2.
Rendahnya raihan poin per pemain dari Aspac namun cukup merata pada semua pemainnya cukup membuktikan bahwa tim asuhan coach Tjetjep ini sangat solid dalam bermain sebagai tim. Skor tertinggi diraih Okiwira dengan 13 poin. Sedangkan di kubu Bimasakti Untung Maryono dan Yanuar Priasmoro masing-masing menyumbang 10 angka dalam akumulasi 51 poin yang diraih Bimasakti hingga akhir pertandingan. Laga melawan Bimasakti adalah laga terakhir Aspac pada seri I ini, sedangkan Bimasakti masih akan menghadapi Garuda Flexi Bandung pada hari terakhir, Minggu, 24 Oktober.

Satria Muda Menang Dramatis lewat Overtime

Permainan cemerlang yang ditunjukan oleh anak asuh coach Fictor Roring membuahkan kemenangan dramatis atas Garuda Flexi Bandung melalui 5 menit overtime. Garuda yang sempat unggul selama hampir sepanjang kuarter 3 dan 4 terpaksa mengubur impian untuk memenangkan laga setelah Cristian Ronaldo "Dodo" Sitepu melesakan tembakan di sisa 00:34 untuk memaksa kedudukan imbang 61-61 dan tidak berubah hingga kuarter 4 berakhir. Satria Muda yang bermain kompak berhasil memanfaatkan 5 menit overtime dengan tambahan 9 angka dan memenangkan pertandingan 70-64.
Sama-sama menurunkan pemain andalannya, kedua tim bermain ketat dan saling kejar angka sejak kuarter 1 dimulai. Ketatnya permainan membuat kedua tim bermain cenderung hati-hati. Kuarter 1 ditutup dengan selisih 2 angka untuk keunggulan Satria Muda.
Pada kuarter 2, kedua tim bermain hampir sama ketatnya. Skor akhir kuarter 2 yang hanya 25-23 untuk keunggulan Satria Muda membuktikan kedua tim bermain sangat hati-hati. Eksekusi yang buruk juga menjadi sebab rendahnya kedudukan ini. Di akhir kuarter 2, Satria Muda mencatatkan field goals hanya sebesar 26 persen, sedangkan Garuda sedikit lebih baik 29 persen.
Tak ingin bermain-main pada laga penuh gengsi ini, baik Satria Muda maupun Garuda tak banyak melakukan rotasi pemain. Faisal yang tampil lebih dari 40 menit selalu ditempel ketat oleh Wendha Wijaya yang memiliki minute play kurang lebih sama. Kuarter 3 menjadi milik Garuda ketika tim asal Bandung ini mengakhirinya dengan skor 42-38.
Unggul hampir di sepanjang kuarter 4, Garuda sebenarnya hampir memenangkan pertandingan. Penampilan luar biasa dari guard andalan Satria Muda, Faisal menjadikan laga ini sangat-sangat ketat. Setelah mengambil timeout ketika Garuda unggul 3 angka di detik-detik terakhir, melalui Dodo, Satria Muda berhasil memaksakan kondisi overtime.
Faisal kembali menjadi pahlawan bagi Satria Muda setelah mencetak 6 angka di babak overtime untuk mengunci kemenangan bagi Satria Muda.

Kamis, 21 Oktober 2010

CLS Hancurkan Garuda:Wijaya Masukkan Tembakan Lebih dari Separo Lapangan

Tim kuat Surabaya, Nuvo CLS Knights Surabaya, tampil kesetanan dalam laga penting melawan Garuda Flexi Bandung di DBL Arena tadi malam (20/10). Agustinus Indrajaya dkk membuat kalang kabut Garuda yang menurunkan bintang utamanya Denny Sumargo menuju kemenangan 74-43.
Sebagai bonus, pemain CLS Wijaya Saputra juga menghasilkan tembakan paling menakjubkan di seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia. Ketika buzzer berbunyi tanda kuarter kedua berakhir, dia meluncurkan tembakan dari jarak sangat jauh. Lebih jauh dari separo lapangan, sekitar tiga perempat lapangan. Bolanya pun masuk mulus tanpa menyentuh ring!
Hampir 2.000 penonton di DBL Arena serentak berdiri dan bertepuk tangan, memberikan apresiasi atas atraksi ajaib tersebut.
CLS memasuki half-time dengan keunggulan 37-24, kemudian mampu terus menumpuk keunggulan. Saat kuarter ketiga tinggal sekitar enam menit, CLS sudah unggul 46-25. Di akhir kuarter ketiga, keunggulannya 53-30. Garuda hanya mampu menambah enam poin di kuarter tersebut.
Secara keseluruhan, CLS lebih hustle, lebih bersemangat dalam memburu bola dan bermain defense. Hingga kuarter ketiga itu, Wijaya sudah mencetak 24 poin. Sendirian, dia hampir menyamai total poin Garuda!
Kuarter keempat berjalan seperti formalitas dan pertandingan berakhir 74-43. Wijaya banyak ”diparkir” di kuarter keempat, tidak lagi menambah jumlah poinnya.
Saat Wijaya diparkir, ganti Rachmad Febri Utomo yang kesetanan. Setelah tidak main dalam pertandingan sebelumnya, kemarin dia mendulang 20 poin.
”Anak-anak defense-nya bagus hari ini. Juga kerja keras dan semangatnya. Tetapi, saya katakan kompetisi ini masih sangat jauh. Jangan pernah sekali pun merasa puas,” kata pelatih CLS W. Amran.
Bagi Garuda, kekalahan itu merupakan bahan evaluasi besar. Sebab, sehari sebelumnya (19/10), mereka masih membutuhkan keberuntungan untuk mengalahkan Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan. Waktu itu, Garuda baru menang setelah Fadlan Minallah mencuri bola inbound saat game hanya tersisa sembilan detik.
Mereka butuh progres cepat kalau ingin pulang dari Surabaya dengan kepala mendongak. Pasalnya, setelah ini mereka akan melawan Satria Muda Britama (Jumat, 22/10) dan Pelita Jaya Esia (Sabtu, 23/10).
”Kami sudah menyiapkan semuanya. Kami tonton rekaman mereka. Kami juga coba matikan small man mereka. Tetapi, strategi nggak jalan, apalagi kami sering miskomunikasi. Pemain sudah maksimal. Ini semata-mata salah saya sebagai pelatih,” kata Pelatih Garuda Johannis Winar.
Bagi CLS, kemenangan ini memberikan rasa percaya diri ekstra untuk menghadapi lawan berikutnya. Kamis (21/10), tim asuhan W. Amran itu akan langsung menghadapi tim yang belum terkalahkan, Dell Aspac.

Muba Paling Kuda Hitam


SUKSES Stadium Jakarta menduduki peringkat ketiga di preseason tournament NBL Indonesia membuat mereka dijagokan menjadi tim kuda hitam pada musim reguler. Dalam perjalanan merebut posisi tersebut, tim besutan Abdurrachman Padang itu mengalahkan Garuda Flexi Bandung dan Dell Aspac Jakarta.
Namun, saat seri I musim reguler NBL berlangsung di Surabaya, muncul tim kuda hitam lain yang lebih hebat daripada Stadium. Tim itu adalah Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel. Muba menahbiskan diri sebagai tim kuda hitam terkuat pada awal musim NBL Indonesia. Itu terjadi setelah Muba menekuk Stadium dalam pertandingan super ketat yang berakhir 58-54 (20/10).
Hasil tersebut merupakan kemenangan perdana Muba dalam tiga laga yang telah dilakoni. Pada dua pertandingan sebelumnya, meski kalah, Muba sebenarnya tampil bagus. Mereka mampu menyulitkan tim raksasa seperti Satria Muda (SM) Britama dan Garuda. Bahkan, Garuda baru bisa menyalip perolehan poin Muba beberapa detik menjelang pertandingan terakhir dengan memanfaatkan kesalahan lawan.
Pelatih Muba asal Amerika Serikat Nathaniel Canson menyatakan, kemenangan itu belum menunjukkan potensi terbesar timnya. Jika tidak kehilangan momentum saat unggul jauh, seharusnya Muba bisa menang besar. ”Tetapi, saya sangat senang seratus persen pada kerja keras anak-anak saat mendapatkan pressure. Ini hebat, mengingat usia mereka yang masih muda,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih kepala Stadium Abdurrachman Padang mengatakan, permainan para pemainnya belum konsisten. Stadium baru bisa bangkit menjelang akhir pertandingan.
”Bayangkan, kami sempat tertinggal 15 angka. Karena itu, konsistensi sangat penting. Banyak kesalahan fundamental yang dilakukan. Kompetisi ini memang masih panjang. Tetapi, kesalahan tersebut tidak boleh terjadi lagi,” tegas Momon –sapaan Abdurrachman Padang.

Biasa Main di Lapangan Kampung, Canggung Tampil di DBL Arena

Satya Wacana Angsapura Salatiga merupakan tim dengan ratarata pemain termuda di National Basketball League (NBL) Indonesia 2010–2011. Pemain tertua di tim itu adalah guard merangkap kapten tim Jerry Lolowang yang berusia 24 tahun. Selain masih muda, latar belakang para pemainnya beragam. Salah satunya adalah Tri Hartanto.
Center Satya Wacana Angsapura Salatiga Tri Hartanto terlihat menonjol di lapangan saat bertanding melawan Nuvo CLS Knights Surabaya Senin (18/10). Dengan tinggi 198 cm dan berat 102 kilogram, badan Tri menjadi salah satu yang paling besar. Dia makin terlihat sangar karena gaya bermainnya keras dan ngotot. Sayang, meski sudah bermain habis-habisan, Tri tak mampu menyelamatkan Angsapura dari kekalahan. Mereka kalah dengan skor telak 42-94.
Penampilan Tri kurang maksimal dalam laga tersebut. Bermain 17 menit lebih 36 detik, Tri hanya bisa mendonasikan dua poin bagi timnya. Itu mengulang hasil buruk sebelumnya saat Angsapura dikalahkan Dell Aspac Jakarta 72- 102. Dalam laga tersebut, Tri juga hanya bisa mencetak dua angka dan empat rebound.
”Memang tim kami sangat muda. Saya saja masih baru bermain basket, baru 2,5 ta hun ini. Jadi, masih harus bekerja keras dan latihan sungguh-sungguh untuk bisa meningkatkan performa permainan,” kata Tri (20/10).
Tri mengakui, jalannya untuk tampil di NBL bisa disebut karbitan. Sebab, meski usianya sudah 21 tahun (lahir 23 september 1989), dia baru bermain basket secara teratur sekitar 2,5 tahun. Beda dengan pemain-pemain lain yang berlatih basket sejak masih anak-anak.
Basket kurang populer di daerah asal Tri, Kelurahan Pulisen, Boyolali, Jawa Tengah. Seperti kebanyakan pemuda di sana, pada awalnya dia bermain voli. Bagi Tri yang merupakan anak petani yang memiliki sawah hanya 600 meter persegi, olahraga voli relatif murah untuk digeluti. Sebab, dengan sawah yang tidak luas itu, ayah Tri harus menghidup lima anak
Namun, orientasi Tri dalam menyalurkan hobi olahraga berubah saat menginjak tahun terakhir di SMK Negeri 1 Mojosongo, Boyolali, pada akhir 2008. Atas arahan salah seorang guru olahraga di sana, dia mencoba untuk bermain basket di beberapa klub lokal di daerahnya.
Setelah itu, seorang pelatih asal Semarang bernama Salafi mencium bakat terpendam Tri. Dia mengajaknya untuk masuk ke klub bernama Bintang Terang Semarang.
Sayang, tim tersebut kemudian bubar. Hingga akhirnya, Salafi merekomendasikan Tri kepada pelatih Angsapura Danny Kosasih. Tri setuju bergabung. Pria kelahiran 23 September itu akhirnya masuk ke Univeritas Kristen Satya Wacana Salatiga. ”Kini, saya sangat nyaman di basket daripada dulu. Namun, kami perlu kerja keras dan usaha yang besar untuk bisa mengarungi persaingan di NBL ini,” katanya.
Danny menyebut, Tri adalah salah seorang pemain paling berbakat yang dimiliki Angsapura. Bersama Respati Ragil Pamungkas, Luth fianes Gunawan, dan Valentino Wuwungan, mereka sudah dibeli klub raksasa Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta. Namun, selama masih kuliah di Satya Wacana, mereka akan terus membela Angsapura.
”Saya tidak mau kalau sekarang pindah. Pokoknya, mereka harus S-1 dulu. Saat ini, semua tanggung jawab saya semua. Saya berprinsip agar mereka bisa menyelesaikan sekolahnya. Omong kosong kalau ada klub yang menjanjikan ini itu saat mereka masih sangat muda,” kata Danny.
Dia menambahkan, mendidik Tri bukanlah perkara gampang. Itu tidak lepas dari asal-usulnya yang dari desa. Yang terberat adalah mengubah cara pandang atau mindset bermain basket. Tidak hanya cara bertanding, tetapi juga mempersiapkan diri untuk mencapai performa baik di lapangan.
”Saya nemu dia dari desa. Mulai dari nol, kami sama-sama mengajari dia main basket. Jadi, maklum kalau mereka gelagapan saat pertama main di lapangan bagus seperti DBL Arena di NBL ini. Sebab, sebelumnya memang di lapangan-lapangan kampung saja,” katanya. Danny tidak muluk-muluk dalam musim perdana NBL Indonesia ini. Bersama pasukan mudanya, mereka hanya mematok tiga sampai empat kemenangan dalam satu musim.

NBL Berbagi Bersama EMCO ke SD Wonokromo III

Hiruk-pikuk meriahnya pertandingan NBL Indonesia Seri I yang telah berlangsung selama 5 hari menular kepada siswa-siswi SDN Wonokromo III Surabaya pagi hari (Kamis, 21/10) tadi. Ruslan (Stadium), Andrie Ekayana (Nuvo CLS Knights Surabaya), Evin Istianto Hadi (Comfort Mobile Citra Satria Jakarta), dan Cristian Ronaldo Sitepu (Satria Muda Britama Jakarta) berbaur bersama, memberikan materi bermain basket, membagikan buku, dan menyumbangkan cat EMCO untuk lebih mempercantik bangunan sekolah dalam program NBL Berbagi Bersama EMCO.
"Kami senang sekali bisa kedatangan NBL. Pemainnya ganteng-ganteng," ujar Siti Mariyani SPd, kepala SDN Wonokromo III. lalu tertawa. "Terima kasih sudah berbagi dengan kami. Terima kasih juga buat EMCO yang membantu mengecat sekolah jadi lebih bagus. Saya juga senang karena anak-anak bisa diajak belajar basket. Semoga nanti bisa membuat anak-anak lebih semangat belajar," tambahnya.
Ketika baru memasuki gerbang sekolah, Dodo (Ronaldo), Yayan (Ekayana), Evin, dan Ruslan langsung disambut dengan keriuhan ratusan siswa SD yang terlihat sangat gembira. Tak hanya para siswa, para guru pun takjub mendongak ke atas mengagumi para pemain yang jangkung-jangkung. Saking hebohnya, para pemain sampai kesulitan bergerak. Mereka pun ikut berbaur bersama siswa-siswi SD yang menyanyikan lagu Lihat Kebunku dengan lirik diubah menjadi Lihat Sekolahku.
Setelah mendapat arahan dari para guru untuk lebih tenang, beberapa siswa mendapatkan materi dribble dan passing dari para pemain NBL yang dipimpin oleh Yayan. Antusiasme sangat terasa dan terlihat dari para siswa yang berebut ingin mendapatkan kesempatan dilatih para pemain NBL. Materi dribble dan passing ditutup dengan lomba lucu yang melibatkan pemain NBL dan siswa. Pemenangnya, kemudian mendapat hadiah T-shirt dari NBL Indonesia.
Dan akhirnya, Yayan dkk menutup rangkaian acara kunjungan. Para pemain NBL bersama beberapa siswa melakukan pengecatan secara simbolis pada dinding di dekat lapangan sekolah. Nantinya, EMCO akan melanjutkan pengecatan ke sejumlah bagian lain dinding sekolah tersebut agar terlihat lebih indah.
"Dalam merayakan 60 tahun berdirinya PT Mataram Paint (produsen EMCO, Red) pada 2010 ini, kami banyak melaksanakan kegiatan sosial. NBL Berbagi adalah kegiatan sosial yang sejalan dengan program kami tahun ini. Apalagi, kegiatan ini bisa membantu memasyarakatkan olahraga," ujar Freddy Pangkey, managing director PT Mataram Paint.
Melepas kepergian pemain NBL di akhir kegiatan, siswa-siswi SD Wonokromo III masih berburu tanda tangan. Para pemain juga dihujani pertanyaan, "Kapan datang lagi, Kak?" yang bertubi-tubi. Terharu sekaligus menggembirakan. Bapak dan ibu guru pun tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan mendoakan kesuksesan NBL di masa kini dan mendatang.
"Ini pengalaman yang bagus untuk kita. NBL bisa menjadi semakin dekat dengan masyarakat. Kami juga bisa berbagi dengan adik-adik di SDN Wonokromo. Semoga mereka bisa lebih terpacu lagi untuk bermain basket," ujar Dodo.

Rabu, 20 Oktober 2010

Luar Biasa, Muba Hangtuah!

Jangan lagi remehkan Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan. Tim ini sangat berpotensi menjadi kuda hitam National Basketball League (NBL) Indonesia di musim perdana 2010–2011.
Setelah membuat deg-degan Satria Muda Britama di laga pertama mereka Senin lalu (18/10), tadi malam (19/10) Muba nyaris mengalahkan raksasa basket lain, Garuda Flexi Bandung. Tampil ngotot dengan defense spesial, Muba mampu memimpin hingga kuarter keempat hanya tersisa sembilan detik, 58-57.
Kurangnya pengalaman yang mungkin membuat kemenangan hilang dari depan mata. Dengan sembilan detik tersisa, Muba masih memegang bola. Namun, inbound Robert Yunarto di-steal Fadlan Minallah, yang kemudian mencetak dua poin dengan hanya tiga detik tersisa.
Agustinus ”Aguy” Dapas Sigar lantas melakukan dua free throw ter akhir, mengamankan kemenangan Garuda 61-58.
Memasuki laga ini, Garuda jauh diunggulkan. Tim bertabur bintang itu pun sempat melejit hingga kuarter kedua, unggul 37-28. Denny Sumargo dkk lantas seperti tidak akan terkejar.
Namun, seperti ketika melawan Satria Muda, anak-anak muda Muba tampil habis-habisan mengejar setiap bola. Perlahan mereka mengejar, sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan pertandingan di kuarter keempat. Tim asuhan pelatih asal Amerika Serikat Nathaniel Canson itu bahkan sempat unggul lima angka saat game kurang sekitar empat menit.
Tim Garuda juga kesulitan meraih poin. Apalagi, para big man tim tersebut banyak yang mengalami foul trouble.
Untung ada Fadlan di detikdetik menentukan. Meski total hanya bermain enam menit dan 20 detik di pertandingan itu, Fadlan mampu menjadi penentu kemenangan.
”Saya sangat puas menjadi penentu kemenangan,” kata Fadlan seusai pertandingan. ”Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. Kami tidak menyerah meski terlihat akan kalah,” lanjutnya.
Pemain 28 tahun itu menambahkan, hasil kemarin menunjukkan bahwa NBL Indonesia akan berlangsung sangat seru. Lebih dari ketika era Indonesian Basketball League (IBL) dulu. ”Tidak ada satu tim pun yang boleh diremehkan di NBL ini. Muba telah memberi pelajaran penting bagi tim ini,” tandasnya.
Saking menegangkannya pertandingan ini, pelatih Garuda Johannis Winar sampai menitikkan air mata. Dia menolak berbicara saat diwawancarai di akhir pertandingan. ”Nanti saja kalau sudah mereda,” ucapnya.
Bagi Muba sendiri, evaluasi sebenarnya masih sama dengan ketika melawan Satria Muda. Waktu itu mereka gagal memasukkan 20 free throw (15-35). Kemarin mereka gagal memasukkan 14 tembakan bebas (17- 31). Andai beberapa saja masuk, hasilnya bisa berbeda.
”Anak-anak kurang pengalaman. Mental pada saat-saat krisis masih drop. Ini yang tidak boleh terjadi lagi,” kata Canson. ”Saya belajar banyak pada pertandingan hari ini. Bahwa fight, spirit, kerja keras, defense, menjadi sangat penting melawan tim sekelas Garuda dan Satria Muda,” tambahnya.
Sekarang tim-tim lain tentu akan lebih hati-hati dalam meng hadapi Muba. Kalau lengah, mereka bisa kecolongan. Kalau Muba terus membaik, di akhir musim –atau bahkan playoff– tim ini bisa sangat berbahaya.
Rabu sore ini (20/10, pukul 16.00 WIB), Muba menantang Stadium Jakarta. Malamnya, pukul 20.00, Garuda menantang tim kuat Surabaya, Nuvo CLS Knights.

Bimasakti Juga Menang Tipis

PERTANDINGAN ketat tidak hanya terjadi di papan atas. Duel tim-tim semanjana pun tidak kalah seru. Seperti yang terjadi pada pertandingan pertama kemarin (19/10) antara Bimasakti Nikko Steel Malang melawan Comfort Mobile Citra Satria (CS) Jakarta.
Pada kuarter pertama Bimasakti unggul 17-11. Pada kuarter kedua, CS unggul dalam perolehan angka 20-18. Menjelang kuarter keempat, Bimasakti kembali menjauh. Namun, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan CS membuat pertan dingan tetap menegangkan sampai akhir. Bahkan, saat pertandingan menyisakan satu menit, CS sempat unggul 54-53.
Saat pertandingan tersisa 34 detik, small forward CS Abdullah Umar memasukkan tembakan tiga angka yang membuat kedudukan 60-58 untuk keunggulan Bimasakti. CS melakukan sacrifice foul untuk mengejar ketinggalan. Namun, ketatnya defense yang digalang Bimasakti membuat penggawa CS melakukan turnover. Berikutnya, Bimasakti meng amankan kemenangan 62-58 berkat dua poin dari tembakan be bas Hendy saat pertandingan hanya tersisa 10 detik.
Pelatih Bimasakti Eddy Santoso menyatakan sa ngat senang bisa merebut kemenangan itu. Sebab, kemenangan tersebut merupakan modal awal untuk bersaing dalam perebutan tiket ke playoff. Apalagi, dalam dua pertandingan se be lumnya, Bimasakti kalah oleh Nuvo CLS Kninghts dan Stadium Jakarta.
”Saya melihat anak-anak bermain sangat tegang. Lawan seimbang, kami mungkin hanya menang beruntung,” kata Eddy.
Pelatih CS Bintoro mengatakan, anak asuhannya kurang beruntung hingga kalah dalam laga itu. ”Apalagi, ini pertandingan pertama kami. Di sisi lain, mereka (Bimasakti) sudah ketiga, jadi touchingnya dapat. Semoga mental anak-anak bisa bagus dalam laga berikutnya,” jelasnya.

Selesai Ujian Kuliah, Langsung Ngebut ke DBL Arena

Seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia menjadi salah satu even yang sangat berat bagi para pemain Nuvo CLS Knights Surabaya. Di DBL Arena, mereka harus menghadapi lawan-lawan tangguh. Di Universitas Surabaya (Ubaya) tempat mereka kuliah, para pemain harus ”menaklukkan” soal-soal ujian tengah semester (UTS).
Wajah shooting guard CLS Knights Surabaya Wijaya Saputra tampak lelah pada Senin sore lalu (18/10). Saat ditemui di ruang ganti pemain di DBL Arena Surabaya, pemain berwajah tampan itu beberapa kali memegangi kepalanya.
Padahal, saat itu seharusnya Wijaya dalam kondisi segar bugar. Sebab, pertandingan melawan Satya Wacana Angsapura Salatiga baru mau diselenggarakan.
”Habis ujian, saya langsung cabut ke sini (DBL Arena, Red). Pusing juga sih, tetapi kalau bertanding harus tetap semangat,” katanya.
Pertandingan CLS melawan Angsapura Se nin lalu dimulai pada pukul 18.00. Padahal, jadwal ujian manajemen risiko Wijaya baru selesai sore hari. Pemain kelahiran Jakarta tersebut sejak 2007 kuliah di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Tak peklak, setelah ujian dia harus langsung ngebut dari kampusnya ke DBL Arena. Beruntung, jarak dari kampus Ubaya ke DBL Arena tidak telalu jauh.
Meski sudah memeras energinya untuk ujian, performa Wijaya tidak kendor dalam pertandingan melawan Angsapura. Wijaya mampu mendulang 13 poin untuk mengantarkan CLS menang telak 94-42. Poin yang didulang Wijaya dalam laga itu adalah tertinggi kedua di antara pemain CLS setelah Jeffry Bong yang mendulang 19 angka.
Bukan hanya Wijaya pemain CLS yang harus menghadapi pertarungan ganda. Pemain-pemain lain pun harus ujian terlebih dahulu sebelum bertanding di DBL Arena.
Itu tidak lepas dari kewajiban yang ditetapkan CLS kepada pemainnya untuk tetap menempuh pendidikan dengan baik selain berkarir di basket. Bahkan, tim kebanggaan kota pahlawan itu menerapkan indeks prestasi (IP) khusus untuk pemainnya. Saat ada pemain yang IP-nya ada di bawah standart itu, maka mereka akan dicoret dari skuad CLS.
Power forward Dwi Haryoko juga merasakan beban ekstra terkait barengnya jadwal ujian dengan seri I NBL itu. Konsentrasinya untuk menghadapi pertandingan NBL menjadi sedikit terganggu.
Hari ini mulai pukul 08.00, Dwi akan ujian mata kuliah pengantar akuntansi biaya. Padahal, malam harinya pada pukul 20.00, CLS akan menghadapi lawan sangat tangguh Garuda Flexi Bandung pada pertandingan lanjutan NBL Indonesia.
”Pusing juga kan hitung-hitungan. Tetapi bagaimana lagi. Selepas ujian, saya akan tidur siang dulu, agar waktu pertandingan, saya bisa tetap fit,” tandasnya.
Sama seperti Wijaya, Dwi adalah mahasiwa semester 7 Ubaya jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Dia satu jurusan dengan pemain CLS lainnya, yakni Tony Agus dan Sigit Harun Nurman. Dwi juga satu angkatan dengan dua pemain CLS yang kuliah di Fakultas Hukum Dimaz Huharri Elia Prana Bukit.
”Di sini memang ada aturan tegas. Sekolah dan bakset tidak bisa dipisahkan, semua adalah prioritas utama,” katanya. Pemain kelahiran Purwokerto itu menambahkan, memang sangat berat untuk membagi konsentrasi antara kuliah dan basket. Namun dia sadar, masa depan sepenuhnya tidak bisa digantungkan pada bakset. Pendidikan sangat penting untuk persiapan saat tidak menjadi pebasket lagi.

Muba Hangtuah Akhirnya Raih Kemenangan

Setelah mengalami kekalahan dalam dua pertandingan sebelumnya, Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan akhirnya mendulang kemenangan pertama dengan mengalahkan Stadium Jakarta dalam pertandingan yang sangat sengit, 58-54.
Seolah tak ingin mengulang kesalahan-kesalahan saat melawan Garuda Flexi Bandung pada hari sebelumnya, Muba bermain sangat dominan pada kuarter 1 dan 2. Dian Heryadi, Buggi Setiawan, Robert Yunarto, Tri Wilopo, dan Ary Sapto menjadi kepercayaan coach Nathaniel Canson untuk bertarung di menit awal. Robert kembali tampil fantastis dalam mengatur serangan dan Dian Heryadi sangat tajam pada saat eksekusi. Pertahanan Muba pun kokoh bak benteng yang sulit ditembus. Di akhir kuarter 1, Stadium hanya mampu mencetak 5 angka dan Muba mengumpulkan 17.
Kuarter kedua pun masih menjadi milik Muba Hangtuah. Anak asuh coach Abdurrahman Padang masih sangat kesulitan dalam mencetak angka. Masih kukuhnya pertahanan Muba membuat Stadium sangat sering melakukan turnover. Kuarter 2 berakhir dengan skor 30-16 untuk keunggulan Muba. Tak ingin terus tertinggal, para pemain Stadium mulai berani melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh. Peran bintang Stadium Merio Ferdiansyah mulai menonjol. Walau masih belum pulih 100 persen dari cidera patah jari yang dia dapatkan di NBL Preseason Tournament lalu, Merio membantu mengumpulkan angka-angka penting bagi Stadium. Stadium bangkit dan menguasai kuarter 3 dengan total raihan 14 poin, 2 poin lebih tinggi daripada Muba yang hanya meraih 12 poin.
Masih melalui Merio, tembakan 3 angka dari Merio di menit ke empat kuarter terakhir berhasil membawa Stadium akhirnya unggul atas Muba. Kejar mengejar angka pun dimulai. Sempat ditarik keluarnya forward Dian Heryadi merupakan salah satu penyebab terkejarnya Muba. Sadar akan hal ini, coach Canson akhirnya kembali memasukan Dian yang akhirnya berhasil membantu Muba membawa kemenangan pertama dari 3 kali pertandingan.

Aspac Terlalu Tangguh bagi Citra Satria

Tak mau meremehkan lawan, Dell Aspac Jakarta tampil dengan kekuatan penuh minus center Isman Thoyib saat menghadapi Citra Satria Jakarta. Mendominasi hampir di sepanjang pertandingan, Citra Satria kesulitan membendung serangan bertubi-tubi Xaverius Prawiro dan kawan-kawan. Aspac unggul jauh 64-33.
Memasuki kuarter 1, para pemain Aspac langsung bermain cepat dan menekan para pemain Citra Satria agar tak mampu mencetak angka. Pemain muda Rizky Effendi yang berduet dengan pemain senior Xaverius bermain kompak mengunci Citra Satria di kuarter 1 dengan 6 poin. Aspac sendiri menutup kuarter 1 dengan 18 angka.
Kuarter kedua seharusnya menjadi milik Citra Satria, kelonggaran pertahanan Aspac dimanfaatkan dengan baik oleh senjata andalan Citra Satria, Evin Hadi. Evin yang tampil pada Indonesia Development Camp di bandung bulan lalu bekerja sangat keras beradu otot dengan big men Aspac di paint area. Usaha Evin cukup membuahkan hasil pada kuarter ini, Citra Satria unggul 1 angka atas Aspac 11-10.
Kelonggaran pertahanan selama kuarter 2 rupanya disadari oleh pelatih kepala Tjetjep Firmansyah yang tampaknya tak ingin skuad Aspac bermain-main menghadapi Evin cs. Mengetahui Evin yang sangat aktif berusaha mencetak angka dari bawah ring, Aspac memberikan penjagaan double team terhadapnya. Taktik ini berhasil membuat Evin tak berkutik.
Stanley Palenewen yang sebelumnya bermain baik bagi Citra Satria saat melawan Bimasakti, malam ini (Rabu, 20/10) tidak menunjukan performa yang sesungguhnya. Evin seperti lebih banyak bekerja sendiri dan hanya mampu mengumpulkan total 11 poin. Rizky Effendi menjadi top scorer Aspac dengan mengumpulkan 15 angka. Citra Satria akhirnya tampak mulai "melepas" pertandingan kali ini dan masih harus mengakui keunggulan Aspac setingkat di atas mereka.

Selasa, 19 Oktober 2010

Faisal Meledak-ledak, Oki Bantu Bawa Minum

National Basketball League (NBL) Indonesia baru berjalan tiga hari. Namun, sudah ada beberapa pemain yang menonjol dalam mendulang poin. Siapa saja mereka?
DI ANTARA para pemain Dell Aspac Jakarta, shooting guard Oki Wira Sanjaya termasuk yang paling muda. Tahun ini usianya baru menapak 21 tahun. Dalam barisan pemain utama dan cadangan yang turun di dua pertandingan pertama tim ibu kota itu, Oki hanya kalah muda oleh center Anggi Arizky yang berumur 20 tahun.
Meski muda, skill Oki, tampaknya, sangat matang. Bahkan, dalam laga pembuka penuh gengsi melawan Satria Muda (SM) Britama Jakarta, pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah memberinya kepercayaan turun sebagai starter. Dia dipercaya untuk menggantikan peran yang ditinggalkan oleh shooting guard Xaverius Prawiro, yang berhalangan hadir karena urusan keluarga.
Pemain kelahiran Bandung tersebut menjawab dengan baik kepercayaan yang diberikan kepadanya. Oki mampu bermain gemilang dan berhasil mencetak 14 poin. Bersama small forward Rizky Effendi, dia menjadi top skor bagi Aspac dalam laga itu.
Pada pertandingan kedua, kala menghadapi Satya Wacana Angsapura Salatiga, Oki kembali menggila. Dia bisa melesakkan 21 poin, terbanyak dari semua pemain Aspac. Dalam laga yang dimenangi Aspac 102-72 tersebut, Oki bermain 25 menit, juga terlama di antara seluruh pemain Aspac.
Meski melakukan start dengan sangat baik, Oki sadar akan posisinya sebagai pemain muda. Dia selalu membawa boks minuman untuk timnya saat masuk dan keluar lapangan. ”Bawa-bawa boks minuman itu kesadaran sendiri, sih. Ingin membantu ofisial lain. Di Aspac, nggak ada pembedaan antara pemain muda dan senior. Semuanya sama saja,” papar dia.
Sementara itu, dari kubu SM, point guard Faisal Julius Achmad menjadi top skor bagi timnya. Dalam tiga pertandingan, Faisal bisa mendonasikan 49 poin. Walaupun SM kalah dua kali dalam dua laga awal, yakni melawan Aspac dan Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta, penampilan Faisal tetap memukau. Saat melawan PJ, Faisal menjadi pencetak skor tertinggi dengan torehan 25 poin.
Pemain 29 tahun itu mengatakan, tugas utamanya bukanlah mencetak angka. Dia lebih difungsikan sebagai pemberi servis kepada para pemain lain. ”Kalau bisa mencetak angka, itu hanya bonus. Yang penting, kalau ada ruang, saya akan menembak. Tetapi, tugas saya memang mengatur permain an,” ungkap Faisal.
Faisal memang mudah dikenali dari caranya bermain. Selain skillful, gayanya di lapangan atraktif dan meledak-ledak. Kebiasaan tersebut, papar Faisal, memang disengaja. Sebab, dengan bersikap seperti itu, pola permainannya akan keluar dengan maksimal. ”Itu habit saja, sih. Kalau nggak seperti itu, mainnya tidak lepas,” papar dia.
Di bagian lain, pemain yang juga moncer adalah guard PJ Andy ”Batam” Poedjakesuma. Dalam dua laga awal, Batam yang baru sembuh dari cedera lutut pa rah yang didapat Juli lalu itu tampil sangat baik. Terutama saat PJ mengalahkan SM Minggu lalu (17/10). Dia mendulang 23 poin melalui tembakan jarak jauh yang sangat akurat. Dalam laga se belumnya, saat melawan CLS Knights, Batam mendulang 12 angka.
MVP All-Star IBL 2009 itu ternyata sudah tidak merasakan sakit lagi pada lututnya yang cedera parah Juli lalu ter se but. ”Syukurlah, sakit itu sudah hi lang. Terima kasih, Tuhan. Itu juga ka rena kekompakan dan sikap ke keluargaan tim yang sangat bagus,” ucap Batam.

NBL Berbagi Bersama Emco

NATIONAL Basketball League (NBL) Indonesia punya partner baru. Ia adalah PT Mataram Paint. Perusahaan produsen cat Emco itu bakal menjadi pendukung program sosial liga tersebut, NBL Berbagi. Untuk musim perdana 2010–2011, NBL Indonesia sudah menyiapkan sejumlah agenda sosial. Di setiap kota yang dikunjungi NBL, para bintang basket akan bergantian mendatangi sejumlah sekolah dan panti asuhan yang dipilih untuk diberi bantuan.
”Bersama Emco, sumbangan kami semakin riil. Para pemain akan membantu membenahi dan mengecat sekolah atau panti asuhan yang membutuhkan itu. Memberikan warna baru untuk anak-anak yang belajar atau tinggal di sana,” kata Azrul Ananda, commissioner NBL Indonesia.
Wakil PT Mataram Paint menyatakan senang karena bisa terlibat dalam program liga yang kini dikelola PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia itu. Apalagi, dua perusahaan yang bekerja sama tersebut memang berakar di Surabaya.
”Kami mendapatkan informasi bahwa NBL mengadakan acara sosial untuk masyarakat. Kami menilai, program NBL Berbagi berguna. Sebab, aktivitasnya disalurkan langsung kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Managing Director PT Mataram Paint Freddy Pangkey.
Seri pertama NBL Indonesia 2010–2011 dimulai di Surabaya pada 16-24 Oktober di DBL Arena, Surabaya. Setelah itu, seri kedua sampai kelima diselenggarakan di Bandung, Solo, Denpasar, dan diakhiri di Jakarta pada Februari 2011. Championship series atau babak penentuan juara dihelat lagi di DBL Arena pada Maret 2011.

Garuda Mencari Mangsa

Empat tim kandidat juara National Basketball League (NBL) Indonesia telah unjuk gigi sampai hari ketiga seri I Surabaya (18/10). Mereka adalah Dell Aspac Jakarta, Satria Muda (SM) Britama Jakarta, Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta, dan Nuvo CLS Knights Surabaya. Hasilnya, Aspac dan PJ selalu menang. Sedangkan CLS dan SM masing-masing membukukan dua dan satu kemenangan.
Selain empat tim itu, sebenarnya ada satu tim lagi yang layak dijagokan dalam persaingan juara. Tim itu adalah Garuda Flexi Bandung. Baru hari ini tim asal Kota Kembang itu melakoni laga perdana. Lawan mereka adalah Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel.
Tim Garuda tiba di Surabaya kemarin. Hanya beberapa jam beristirahat, Denny Sumargo dkk langsung berlatih keras di GOR Kertajaya Surabaya. Sebenarnya mereka diagendakan menjajal lapangan DBL Arena pada pukul 13.00. Namun, karena jadwal penerbangan sedikit molor, mereka baru bisa berlatih pada pukul 15.00. Mereka pun harus ”mengungsi” karena pada pukul 15.00 kemarin, DBL Arena dipersiapkan untuk laga SM kontra Muba.
Meski baru saja mendarat, pelatih Garuda Johannis Winar langsung men-drill pemainnya dengan sangat keras. Latihan Denny dkk kemarin berjalan 1,5 jam. Padahal, hampir semua tim kontestan NBL lainnya hanya berlatih separonya, 45 menit.
Menurut Ahang, panggilan akrab Johannis, latihan keras itu dilakukan agar pemainnya cepat beradaptasi dengan cuaca Surabaya. Itu sangat diperlukan agar Denny dkk bisa langsung bersaing pada laga perdana melawan Muba hari ini.
Di atas kertas Garuda sebenarnya jauh di atas Muba. Namun, Ahang tidak mau menganggap remeh kekuatan tim yang dilatih pelatih asal Filipina, Nathaniel Canson. Kemarin saja Muba beberapa kali unggul saat melawan SM. Hanya karena sering melakukan kesalahan sendiri, Muba akhirnya kalah.
”Saya kira semua tim bisa saling mengalahkan. Saya kira semua tim sudah siap menghadapi NBL. Nggak bisa leha-leha,” kata Ahang di GOR Kertajaya (18/10).
Garuda selama ini dikenal sebagai salah satu tim dengan skuad paling mentereng. Namun, melihat hasil preseason tournament NBL di Malang Juli lalu, Garuda belum menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas.
Dengan hasil itu Garuda melakukan banyak pembenahan menjelang dimulainya musim reguler. Mereka mendatangkan point guard hebat dari SM Wendha Wijaya. Garuda juga mendatangkan forward tangguh Fadlan Minallah dari Citra Satria.
Garuda semakin kuat dengan kembalinya Denny Sumargo. Di preseason tournament dia tidak ikut karena masih bimbang untuk terus berkarir di basket atau tidak. Setelah Garuda banyak mengubah skuad, dia akhirnya mantap kembali memperkuat finalis IBL 2008 itu.
Kemenangan atas Muba hari ini sangat penting untuk bekal Garuda memburu kemenangan selanjutnya. Sebab, dalam pertandingan kedua besok, Garuda menghadapi tim kuat asal Surabaya, CLS Knights. Kemenangan tentu saja memberikan kepercayaan diri ekstra kepada Denny dkk untuk melawan finalis preseason tournament itu.
Denny tentu saja akan menjadi andalan Garuda melawan Muba. Setelah berlatih keras sekitar dua bulan, mantan pemain SM dan Aspac itu semakin dekat dengan kondisi terbaiknya. ”Yang jelas, kondisi saya fit untuk pertandingan besok (hari ini, Red). Skill memang sudah keluar waktu latihan. Namun, untuk masuk dalam game situasinya berbeda. Saya akan berusaha keras untuk tampil lebih baik,” kata Denny.

Muba Kalah karena Diri Sendiri

SATRIA Muda (SM) Britama Jakarta akhirnya memetik kemenangan per tamanya di seri perdana National Basketball League (NBL) Indonesia. Dalam pertandingan ketiganya (18/10), SM berhasil mengalahkan Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumatera Selatan, dengan skor 71-59.
Meski menang, SM belum menunjukkan kelasnya sebagai juara beruntun empat edisi terakhir IBL, liga tertinggi tanah air sebelumnya. Melawan Muba yang secara kualitas jauh di bawah mereka, SM beberapa kali terlihat kesulitan. Bahkan pada awal-awal pertandingan, SM tidak jarang tertinggal dalam pengumpulan poin.
Kemenangan SM juga bisa dikatakan sebagai sebuah keberuntungan. Hal itu terkait dengan akurasi tembakan bebas (free throw) Muba yang sangat buruk. Di antara 35 kesempatan, Muba hanya berhasil mencetak angka sebanyak 15 kali. Artinya, Muba telah membuang 20 kesempatan. Jika anak asuh pelatih Nathaniel Canson tersebut sempurna mengeksekusi free throw, tidak mustahil hasil pertandingan akan lain.
Pelatih SM Fictor Gideon Roring mengakui bahwa timnya belum bermain maksimal. Menurut Ito –panggilan Fictor Gideon–, timnya belum menunjukkan potensi yang sebenarnya. ”Jauh sekali performa anak-anak. Apinya masih belum dapat juga. Tetapi, musim kompetisi masih sangat panjang. Ini harus segera dibenahi,” kata Ito.
Dia menambahkan, SM akan menghadapi musim ini setahap demi setahap. Dua kekalahan dari Dell Aspac Jakarta dan Pelita Jaya Esia Jakarta menjadi pelajaran penting timnya untuk menghadapi musim ini. Ito menegaskan, perjalanan timnya untuk menjadi juara sangat berat musim ini. ”Saya hitung ada lima sampai enam tim yang memiliki kans sama untuk menjadi juara,” jelasnya.
Sementara itu, forward Muba Dian Heryadi bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. Dia menyebut, kualitas mereka masih jauh di bawah SM. Meski demikian, dia berjanji memperbaiki permainan pada pertandingan selanjutnya. ”Ini merupakan pertandingan pertama kami. Sebetulnya, kami berusaha yang terbaik. Tetapi, memang SM terlalu kuat. Kekalahan ini merupakan pelajaran penting,” kata Dian.

Senin, 18 Oktober 2010

Kasihan, di Tribun pun sang Istri Diserbu

Tidak enak juga jadi Yao Ming, juga jadi istri Yao Ming, di Tiongkok. Sedikit saja kelihatan, langsung jadi sasaran ’’serbuan’’ orang. Berikut catatan AZRUL ANANDA yang baru kembali dari Beijing.
DATANG sebagai penggemar di NBA China Games 2010 sebenarnya cukup membuahkan hasil. Dalam acara resepsi VIP di Hotel Westin Beijing, Selasa malam lalu (12/10), saya dan teman-teman National Basketball League (NBL) Indonesia sudah mendapatkan banyak kenang-kenangan untuk dibawa pulang.
Hampir semua kaus, jersey, bola, dan foto yang kami bawa dibubuhi tanda tangan oleh orang-orang yang dikejar. Ada jersey New Jersey Nets nomor 34 yang diteken bintang klub itu, Devin Harris. Ada kaus yang di tandatangani bintang muda klub tersebut, Brook Lopez. Ada pula yang di teken Jordan Farmar serta beberapa pemain Rockets seperti Shane Battier.
Tidak ketinggalan foto bareng dan tanda tangan para legenda seperti Clyde ’’The Glide’’ Drexler, Darryl Dawkins, dan Sam Perkins. Dan of course, berbincang bersama Commissioner NBA David Stern.
Sayang, target utama malam itu, bintang Houston Rockets Yao Ming dan Kevin Martin, tidak bisa didapati. Baik foto maupun tanda tangannya.
Hanya seorang di antara kami yang sempat ’’cepet-cepetan’’ dapat tanda tangan Yao Ming. Bagaimana tidak, baru 15 menit turun panggung, mereka langsung ’’melarikan diri’’ karena jadi target ’’serbuan’’ begitu banyak undangan acara.
Padahal, saat masih di balik panggung, Kevin Martin sempat memberikan kode tangan kepada kami untuk bertemu di ruang acara. Martin yang ramah itu memang familier dengan Indonesia karena Agustus 2009 lalu datang di DBL Arena Surabaya, melatih pemain-pemain muda liga pelajar terbesar, Honda Development Basketball League (DBL).
Begitu tahu para bintang Rockets cabut dari lokasi acara, saya sempat pusing juga. Sebab, kami datang dengan niat untuk bertemu Yao Ming dan bertemu ’’teman lama’’ Kevin Martin. Teman- teman NBA pun ikut bingung karena merasa tidak enak kami gagal bertemu Yao Ming.
Tidak lama kemudian, datang seorang direktur keamanan NBA China asal Australia, yang kami kenal baik karena sudah beberapa kali ke Indonesia. Dia bilang membawa pesan dari Kevin Martin. ’’Dia (Kevin, Red) minta maaf harus cepat pergi bersama yang lain. Dia meminta kamu untuk menelepon dia ke nomor ini. Janjian ketemuan di tempat lain,’’ katanya.
Teman-teman NBA juga mengupayakan agar rombongan kami tetap bisa bertemu Yao Ming dan pemain lain. Dirancanglah pertemuan di hotel tempat para pemain Rockets menginap. Di Ritz-Carlton Beijing, keesokan paginya. Ketemuan dengan Kevin Martin juga di situ.
Sebelum pulang ke hotel, temanteman sempat foto-foto dulu dengan ’’bintang-bintang yang tersisa’’ di tempat acara. Juga dengan para dancer dari New Jersey Nets dan Houston Rockets yang ikut hadir dalam resepsi malam itu.
***
Rabu pagi (13/10), kami mendapat pesan SMS dari rekan-rekan di NBA. Mereka bilang agar bersiap di Ritz-Carlton pagi pukul 09.00-an. Sebab, para pemain akan meninggalkan hotel pukul 10.00- an, menuju tempat latihan pagi.
Kesempatan bertemu pemain Rockets memang tinggal pagi itu. Setelah latihan, para pemain kembali ke hotel dan istirahat. Sebab, sorenya harus ke Wukesong Arena, menjalani pertandingan pertama melawan Nets.
Bagi kami, kesempatan memang tinggal pagi itu. Sebab, kami memang berencana langsung pulang ke Indonesia Rabu tengah malam itu, setelah pertandingan berakhir di Wukesong Arena. Ingin ketemu Yao Ming langsung, saat itulah waktunya!
Kami tiba di Ritz-Carlton pukul 09.15. Langsung nongkrong di lobi, pesan kopi, dan menunggu rekan-rekan NBA yang akan mempertemukan kami dengan Yao Ming. Ternyata, rekan kami itu masih rapat koordinasi di atas. Jadi, kami diminta menunggu.
Tidak lama, tak sampai sepuluh menit, tiba-tiba ada orang tinggi banget turun ke lobi. Yao Ming! Dia sedang mengurus sesuatu di meja resepsi hotel. Tidak ingin mengganggu, saya telepon dulu rekan NBA saya di atas. ’’Boleh nggak nyerobot langsung minta foto sama Yao Ming? Daripada menunggu nanti,’’ tanya saya.
Setelah dia bilang aman, kami pun mendekati sang raksasa 226 cm tersebut. Kami bilang datang dari Indonesia, dan dia mau berfoto dengan kami. Sip! Target utama foto sama Yao Ming tercapai! Basa-basi dikit, Yao Ming pun kembali ke lift untuk naik lagi ke kamarnya.
Tidak lama kemudian, rekan NBA saya itu turun. Dia pun mencarikan Kevin Martin, untuk memberi tahu tempat kami berada. Belum lama, Martin datang. ’’How are you Azrul?’’ sapa dia. ’’Maaf, tadi malam kami benarbenar harus pergi,’’ tambahnya. Setelah saya perkenalkan dengan rekan-rekan NBL Indonesia, Martin dengan santai memenuhi semua permintaan foto dan tanda tangan kami.
Lalu, saya menunjukkan foto putri kedua saya, yang saya beri nama Alesi Maxine Ananda. ’’Alesi’’ itu dari nama pembalap Formula 1 Jean Alesi, sedangkan ’’Maxine’’ dari nama nenek Kevin Martin yang pada 2009 lalu ikut datang ke Surabaya. Sang nenek (kini 76 tahun) memang begitu baik. Jadi, ketika putri saya lahir tidaklama kemudian, namanya saya gunakan.
Martin tertawa melihat foto Alesi Maxine. Dia mengingatkan saya pada isi e-mail lama ketika dia memberi tahu sang nenek tentang nama itu. ’’Nenek saya menangis terharu, seperti biasa,’’ katanya.
Kami janjian ketemu lagi di Amerika, di salah satu pertandingan Rockets, November mendatang. ’’Kalau sampai, telepon saya,’’ ucapnya.
Tidak lama, Yao Ming turun lagi. Kali ini dengan pengawalan petugas keamanan hotel. Jangankan mau foto, mendekat saja dilarang.
Usut punya usut, Yao Ming memang diberi proteksi khusus oleh Houston Rockets. Mereka tahu, Yao bakal jadi incaran semua orang selama NBA China Games 2010. Jangankan penggemar, akses media pun sangat dibatasi (dan waktu itu saya tidak datang sebagai peliput, murni sebagai penggemar yang ikut undangan VIP NBA).
’’Traveling itu berat. Perhatian besar itu berat. Satu-satunya yang saya tak sabar jalani adalah bertanding di Wukesong Arena lagi. Itu akan memberi saya kenangan indah lagi seperti ketika dua tahun lalu (di Olimpiade Beijing, Red),’’ kata Yao Ming seperti dilansir Houston Chronicles sebelum ke Beijing.
***
Houston Rockets mungkin harus berganti nama menjadi China Rockets. Sebab, basis penggemar mereka di Tiongkok mungkin jauh lebih banyak dari pada di Kota Houston, negara bagian Texas. Kota itu punya penduduk ’’hanya’’ 2,3 juta orang. Tiongkok lebih dari satu miliar.
Gara-gara Yao Ming, hampir semua pertandingan Rockets ditayangkan di Tiongkok. Garagara Yao Ming, para pemain Rockets yang lain pun dapat ’’duit manis’’ dari Tiongkok.
Selama bertahun-tahun, sangat banyak rekan Yao Ming di Rockets yang disponsori merek sepatu Tiongkok. Misalnya, Li- Ning, Peak, dan Anta. Shane Battier, bintang iklan Peak, sangatlah ngetop di Tiongkok. Luis Scola, bintang iklan Anta, juga superpopuler di sana. Bahkan, pemain rookie (pendatang baru) Rockets tahun ini, Patrick Patterson, langsung dapat kontrak sepatu Tiongkok (Peak).
Karena itu, saat bertanding di Wukesong Arena Rabu malam lalu (13/10), Rockets seperti bermain di kandang sendiri.
Saat para pemain New Jersey Nets diperkenalkan, hanya satu atau dua yang dapat sorakan penonton (kapasitas 17 ribu hampir penuh). Pemain Rockets? Semua disoraki. Khususnya Battier dan –tentu saja– Yao Ming.
Total, Yao Ming hanya bermain 19 menit malam itu (dari total kemungkinan 48 menit). Karena baru pulih dari cedera kaki, Rockets memang membatasi menit bermain sang raksasa tersebut. Tapi, itu sudah cukup untuk menyenangkan para penonton. Apalagi, pada menit-menit awal, Yao Ming sempat melakukan slam dunk yang membuat para penonton berdiri. Rockets sendiri akhirnya menang 91-81, dan Yao Ming mencetak sembilan poin. Kevin Martin mencetak 18 poin, terbanyak untuk Rockets.
Terus terang, kami tidak menonton penuh pertandingan itu. Sebagian besar harus cabut setelah half-time karena harusmengejarpesawatkembali ke Indonesia (satu jam lebih dari Wukesong ke bandara).
Tapi, kami dapat tempat nonton yang cukup asyik. NBA memberi kami tempat di blok 101, bersama tamu VIP lain dan para istri atau keluarga pemain.
Sebelum pertandingan dimulai, kami sempat heran dengan banyaknya penonton lain yang tiba-tiba menyerbu blok tempat kami duduk. Semua menuju ke seorang perempuan Tiongkok yang badannya agak tinggi. Orang-orang itu mencoba foto-foto, mencoba menyalami, atau bahkan minta tanda tangan. Semua ditolak dengan halus.
Usut punya usut, perempuan itu adalah Ye Li, istri Yao Ming (mereka menikah tahun lalu). Kasihan benar dia, meski sudah duduk, orang terus mendatanginya untuk foto dan tanda tangan. Apalagi, dia duduk di kursi pinggir, dengan jalur jalan kecil (kira-kira tepat tiga baris di depan saya).
Rupanya, para istri pemain Rockets lain kasihan melihat Ye Li. Mereka pun mendatangi Ye Li, mengajaknya untuk tukar tempat duduk. Dengan demikian, Ye Li bisa duduk dibangku tengah-tengah, menyulitkan orang lain untuk mendekat dan mengganggunya.
Di Tiongkok, Yao Ming memang begitu dipuja. Istrinya pun tidak bisa lagi mendapatkan kebebasan dan ketenangan…
NBA China Games 2010 berlanjut ke Guangzhou, di sebuah arena baru yang megah. Sabtu hari ini (16/10), Rockets dan Nets kembali bertanding di sana. Setelah itu, mereka langsung kembali ke Amerika Serikat, bersiap menghadapi musim reguler NBA 2010-2011.
Kami pun langsung sibuk begitu tiba di Indonesia. Sebab, Sabtu sore ini juga, musim reguler NBL Indonesia 2010-2011 dimulai di DBL Arena Surabaya. (habis)

SM Tak Lagi Garang

Keperkasaan Satria Muda (SM) Britama Jakarta mulai goyah. Di dua laga awal National Basketball League (NBL) Indonesia 2010-2011, tim be sutan Fictor ”Ito” Gideon Roring itu tumbang. Hasil yang buruk untuk tim juara empat edisi terakhir era liga lama, Indonesian Basketball League (IBL), itu.
Adalah Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta yang mem berikan SM kekalahan kedua. Dalam pertandingan seru di DBL Arena tadi malam (17/10), SM menyerah 71-67. Sebelumnya, dalam pertandingan pertama Sabtu lalu (16/10), SM lebih dulu ditaklukkan musuh bebuyutannya, Aspac Dell Jakarta.
Musim reguler NBL memang masih panjang. Di antara 27 pertandingan, baru dua yang dilakoni SM. Namun, dua kekalahan itu te tap saja menjadi sinyal buruk bagi SM. Se bab, biasanya mereka begitu dominan. Termasuk melawan Aspac sekali pun. Seperti pertandingan pertama melawan Aspac, tadi malam SM juga terlambat panas. Pada kuarter kedua, mereka tertinggal 15 poin.
SM yang diperkuat banyak pemain berpengalaman mampu mengurangi ketinggalan. Saat pertandingan kurang 50 detik, PJ hanya unggul setengah bola 68-67. Dua poin dari lay up pemain senior PJ Romy Chandra menghentikan upaya comeback yang dilakukan pemain SM. Apalagi, peluang SM melalui tembakan tiga angka Wellyanson Situmorang saat laga kurang 20 detik gagal membuahkan angka. Andy ”Batam” Poedjakesuma menggenapi kemenangan PJ menjadi empat poin melalui free throw saat pertandingan menyisakan 10 detik.
Batam menjadi bintang kemenangan PJ. Pemain berkepala pelontos itu mendulang 23 poin. Tembakan-tembakan tiga angkanya membuat defense SM kocar-kacir. Di antara delapan upaya tembakan tiga angkanya, dia memasukkan enam.
”Alhamdulillah. Mental anak-anak bagus. Suasana kebersamaan yang di ba ngun tim ini mulai terjalin. Tetapi pertandingan masih sangat banyak. Kami nggak boleh lengah,” kata Batam.
Terpisah, walau kalah dalam dua laga, Pelatih SM Fictor Gideon Roring menolak jika dominasi timnya akan ter saingi mu s im ini. ”Belanda masih jauh. Tetapi saya akan evaluasi total kekalahan ini. Determinasi anak-anak hilang. Tidak ada apinya. Ini bukan SM yang saya kenal,” tuturnya.
CLS Knights Bangkit
Dalam pertandingan lain, Nuvo CLS Knights Surabaya meraih kemenangan pertamanya. Setelah kalah dari PJ dalam laga perdana, kemarin CLS mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang 79-61.
Meski menang besar, CLS tidak mudah me ngandaskan Bimasakti. Semangat anak-anak Malang tidak kendor meski kehilangan banyak pemain hebat musim ini. Setelah ditinggal Ponsianus ”Koming” Nyoman Indrawan ke Pelita dan Hendry Sudjana ke Dell Aspac Jakarta, serta Dimas Aryo Dewanto ke PJ, kekuatan Bimasakti terlihat tidak banyak tereduksi.
Skuad Bimasakti yang dimotori Bima Rizky Ardiansyah mampu memberikan perlawan keras pada CLS di awal-awal pertandingan. Baru pada kuarter kedua CLS menemukan momentum untuk terus menjauh.
Center Agustinus Indrajaya menjadi bintang kemenangan CLS. Dia menjadi top skor de ngan 24 poin. Sementara, Sandy Febiansyakh nyaris membukukan double-double dengan 9 poin dan 12 rebound.
Meski menang, pelatih CLS W. Amran belum puas dengan performa timnya. Dia merasa pa ra pemainnya masih labil. Defense yang dipe ragakan Dimaz Muharri dkk juga belum solid. ”Anak-anak sering kali lamban untuk kembali ke pertahanan. Ini yang akan kami evaluasi. Apalagi emosi anak-anak kadang masih belum stabil benar,” ulas Amran.

Surprise, Takjub, Jadi ”Doping” untuk Main All-Out


Ribuan orang yang memenuhi DBL Arena Sabtu (16/10) takjub. Saat itu, National Basketball League (NBL) Indonesia dibuka dengan begitu meriah. Bagi para pemain, kemeriahan tersebut seolah menjadi doping yang membuat mereka tampil kesetanan.
Gedung DBL Arena Surabaya benarbenar meriah Sabtu petang(16/10). Sekitar 5.500 penonton memadati gedung yang pernah menjadi venue even NBA itu. Mereka menjadi saksi sejarah pertandingan musim reguler pertama NBL Indonesia antara Satria Muda (SM) Britama Jakarta dan Dell Aspac Jakarta.
Untuk ukuran basket profesional di tanah air, itu adalah jumlah yang luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, saat IBL semakin menurun, satu pertandingan hanya ditonton ratusan orang.
Para pemain yang dalam beberapa tahun terakhir sering bertanding di arena yang sepi tentu saja surprise dengan pemandangan baru itu. Akibatnya, meski baru laga perdana, skuad SM maupun Aspac bermain layaknya partai final saja.
Aspac akhirnya menang 68-58. Meski unggul lima bola, Aspac beberapa kali keteteran. Kemenangan tim besutan Tjetjep Firmansyah tersebut pengaruh tidak maksimalnya rotasi SM. Itu tidak lepas dari kepergian point guard Wendha Wijaya ke Garuda Flexi Bandung menjelang NBL lalu.
Meski SM dan Aspac berasal dari ibu kota, fans basket Surabaya, ternyata, cukup suka kepada dua tim tersebut. Ya, mereka memang raja era liga sebelumnya sehingga sangat familier di mata penggemar basket Kota Pahlawan.
Salah seorang pemain yang paling diidolakan dalam laga tersebut adalah center SM Ronny Gunawan. Itu di sebabkan dia pernah membela tim basket kebanggaan Surabaya, CLS. Setiap kali dia beraksi, fans sering memberikan tepuk tangan dan dukungan.
Center Aspac Muhammad Isman Thoyib mengatakan, ramainya penonton berpengaruh besar pada performanya di lapangan. Pemain asal Klaten itu lebih bersemangat dengan kemeriahan dari bangku penonton.
”Ngaruhnya besar banget. Apalagi kami lawan SM, tim yang sangat berat. Tetapi, karena banyaknya penonton, saya sangat termotivasi dan semangat,” katanya. ”Semoga penonton terus ramai sehingga pertandingan meriah,” tambahnya.
Dalam laga itu, Thoyib mendapatkan minute play paling banyak. Tjetjep memberinya kesempatan main 32 menit. Thoyib menjawabnya dengan menjadi pendulang rebound terbanyak (delapan kali).
Sependapat dengan Thoyib, power forward senior Aspac Antonius Joko Endratmo juga senang dengan atmosfer di DBL Arena. Dia mengatakan, itu menjadi sinyal bahwa NBL Indonesia memiliki masa depan cerah. Bahwa hari kedua dan selanjutnya tidak seramai pertandingan pembukaan, Joko menyebutnya sebagai penyesuaian. Semakin lama, demam NBL Indonesia akan meluas.
”Saya yakin dan berharap NBL terus ramai. Sebab, itu memang sangat mempengaruhi kualitas permainan kami,” jelasnya.
Selain duel SM kontra Aspac, kehebohan opening day dilengkapi pertarungan dua tim calon pendobrak dominasi, Nuvo CLS Kinghts kontra Pelita Jaya Esia Jakarta. Sebelum pertandingan kedua itu, PT DBL Indonesia selaku penyelenggara NBL menyuguhkan show istimewa.
Saat perkenalan pemain, lapangan DBL Arena disulap menjadi giant screen. Di sana kemudian ditayangkan video perjalanan menuju NBL Indonesia serta wajah-wajah pemain CLS dan Pelita yang akan bertanding.
Bagi power forward CLS Dwi Haryoko, itu adalah pengalaman baru. Di perkenalkan dengan cara seperti itu, dia merasa sangat takjub. ”Kemasannya sangat matang. Dulu pas IBL nggak pernah seperti ini,” pujinya.
Seperti pemain lain, Dwi menyatakan, kemasan istimewa itu membuat dirinya bermain lebih semangat. ”Saya percaya, NBL akan terus meningkat dan meningkat. Saya optimistis, ke depan liga ini bisa menjaring banyak penonton lagi seperti pertandingan pembukaan,” tegasnya.

Aspac Cetak Skor Tiga Digit Pertama

Dell Aspac Jakarta meneruskan tren positif mereka dalam seri pertama National Basketball League (NBL) Indonesia 2010- 2011. Aspac membukukan kemenangan kedua dalam dua pertandingan dengan menekuk Satya Wacana Angsapura Salatiga 102-72 di DBL Arena, Surabaya (17/10).
Dengan kemenangan besar itu, Aspac menjadi tim pertama dalam sejarah NBL Indonesia yang mencatat poin tiga digit. Sebelumnya, Aspac menjadi tim yang meraih kemenangan pertama di NBL Indonesia dengan menekuk Satria Muda Britama Sabtu (16/10). Aspac kian identik dengan rekor serba pertama karena center mereka, Isman Thoyib, menjadi pencetak poin pertama pada laga resmi NBL Indonesia.
Meski secara kualitas Angsapura jauh berada di bawah Aspac, Tjetjep tetap menurunkan kekuatan terbaik. Barisan pemain cadangan Aspac yang diturunkan bermain sama baiknya dengan pemain inti. Sepanjang laga, Aspac selalu unggul jauh. Bahkan, pada akhir kuarter ketiga, Aspac memimpin 37 poin. Dalam laga itu, Oki Wira Sanjaya menjadi top scorer Aspac dengan donasi 21 poin. Vinton Nolland Surawi nyaris membukukan double-double dengan 18 poin dan 9 rebound.
”Taktik kami berjalan dengan baik. Anaka-nak melakukan fast break secara maksimal. Kami tidak ingin lepas fokus. Jadi, saat melawan siapa saja, kami tetap berusaha tampil maksimal,” tegas Tjetjep.
Sementara itu, pelatih Angsapura Danny Kosasih mangakui bahwa timnya kalah kelas oleh Aspac. Namun, dibandingkan dengan penampilan Angsapura di preseason tournament Juli lalu di Malang, Danny mengatakan timnya telah maju pesat. ”Ini pertandingan pertama kami. Anak-anak mungkin nggak tampil lepas. Permainan anak-anak juga tidak berkembang. Tetapi, kami akan berusaha memperbaikinya pada laga-laga berikut,” katanya.
Dalam pertandingan selanjutnya, Aspac akan bertanding dengan Citra Satria Jakarta Rabu (20/10). Sedangkan Angsapura akan menghadapi Nuvo CLS Knights Surabaya hari ini (18/10).

Minggu, 17 Oktober 2010

Roh Basket Indonesia Kembali Bangkit

Indonesia dimulai dengan kehebohan. Tadi malam (16/10) lebih dari 5.500 penonton bergantian memadati DBL Arena Surabaya, menyaksikan dua laga pembukaan musim reguler National Basketball League (NBL) Indonesia.
Kehebohan itu jauh di luar dugaan semua orang, termasuk penyelenggara sendiri dari PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia, yang selama ini sukses lewat liga pelajar Honda Development Basketball League.
”Ketika liga profesional ini masih dikenal dengan sebutan IBL (Indonesian Basketball League, Red), bisa dibilang identik dengan kualitas yang terus menurun. Jadi, kami hanya berharap bisa mendapatkan rata-rata 1.000 penonton sehari. Ternyata, pembukaan ini luar biasa. Kami saja shock,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia, commissioner NBL Indonesia.
Azrul mengakui, pihaknya bekerja all-out untuk menyuguhkan pembukaan yang indah. Tapi, tetap butuh dukungan penggemar basket untuk membuat liga ini sukses. ”Saya harus berterima kasih kepada seluruh penggemar basket, khususnya di Surabaya dan sekitarnya. Kota ini semakin mengukuhkan diri sebagai ibu kota basket Indonesia,” ujarnya.
Kemarin ribuan penonton memang sangat apresiatif. Mereka menyorakkan dukungan kepada semua tim. Apalagi, laga pembukaan antara Dell Aspac Jakarta dan Satria Muda Britama sangatlah seru. Kedua tim Jakarta itu mendapat aplaus hebat dari fans di Surabaya. Aspac sendiri mencatat sejarah, memenangi laga itu dengan skor 68-58.
Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution, yang kemarin melakukan tip-off laga pembuka, mengaku takjub atas animo penonton yang begitu besar. ”Saya sampai nervous, salah lempar bola waktu tip-off,” akunya. ”Alhamdulillah. Ini luar biasa. Pembukaan saja begini, apalagi nanti waktu final. Atas nama PB Perbasi saya mengucapkan terima kasih setinggi- tingginya kepada PT DBL selaku penyelenggara. Sekali lagi, selamat,” katanya.
Sekarang Noviantika mengharapkan seluruh tim peserta membalas kehebohan ini dengan penampilan yang lebih baik. Ini supaya momentum tersebut terus terjaga. ”Roh bola basket nasional bangkit hari ini. Pemain harus mampu memberikan yang terbaik bagi penonton yang rela datang memadati stadion,” pesannya.
Tjetjep Firmansyah, head coach Aspac, mengaku terkejut atas antusiasme penggemar terhadap NBL Indonesia. ”Aura pertandingannya sangat terasa karena penontonnya banyak. Ini berpengaruh terhadap penampilan anak-anak di lapangan. Saya harap ini tidak hanya terjadi di Surabaya. Semoga menular ke kota-kota lain,” ucapnya.
Dari para penonton, muncul komentar tidak ingin melewatkan sejarah. Gita Rizki, yang datang dari Malang, misalnya. Dia mengaku tidak kaget dengan banyaknya penonton.
”Sejak dari rumah, saya sudah yakin akan penuh sesak. Bukan main-main, ini kelahiran baru sebuah liga basket profesional. Saya ingin menjadi bagian dari sejarah dengan menonton pertandingan pembukaan. Betul kan, sangat meriah,” kata mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut.
Di pembukaan kemarin, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Penyelenggara juga menyuguhkan show istimewa. Sebelum laga kedua antara Nuvo CLS Knights Surabaya melawan Pelita Jaya Esia Jakarta, digelar kain putih yang menutupi seluruh lapangan. Video perkenalan tim ditampilkan di layar raksasa tersebut, termasuk foto-foto pemain saat pemanggilan starting lineup.
”Rasanya seperti sudah final,” kata Romy Chandra, pemain senior Pelita Jaya yang pernah merasakan jadi jawara di era lama Kobatama dan IBL dulu.
Game kedua tadi malam dimenangi oleh Pelita Jaya dengan skor 67-58.
Seri pembukaan NBL Indonesia di Surabaya ini berlangsung hingga 24 Oktober mendatang. Sepuluh klub peserta berkumpul di Surabaya, bertanding setiap hari di DBL Arena.
Minggu hari ini (17/10), tiga laga diselenggarakan. Pertama, Satya Wacana Angsapura Salatiga melawan Dell Aspac. Lalu Bimasakti Nikko Steel Malang melawan Nuvo CLS Knights, dan terakhir Pelita Jaya Esia versus Satria Muda Britama.

Aspac Rapat Khusus, PJ Putuskan Bagi Rata

Hadiah mobil Chevrolet Spark untuk most valuable player (MVP) menghadirkan tantangan tersendiri bagi sepuluh tim kontestan NBL Indonesia. Jika tidak diantisipasi dengan baik, bisa-bisa terjadi persaingan tidak sehat dalam tim.
HADIAH sebuah mobil Chevrolet Spark untuk MVP musim regular NBL Indonesia ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, penghargaan itu akan memacu seorang pemain menampilkan performa terbaiknya. Namun, di sisi lain, hadiah itu bisa membuat seorang pemain, terutama pemain bintang dalam sebuah tim, bermain lebih individual.
Hadiah mobil Chevrolet Spark itu diberikan kepada MVP berkat kerja sama NBL Indonesia dengan General Motors (GM) Autoworld Indonesia. Nanti MVP dinilai lewat kombinasi, polling pelatih, dan rata-rata efisiensi seorang pemain selama musim reguler.
Polling pelatih dilakukan setiap selesai satu pertandingan. Seorang pelatih memilih pemain terbaik dari tim lawan. Persentase pengaruh polling pelatih dalam menentukan MVP adalah 40 persen, sisanya rata-rata efisiensi statistik seorang pemain. Sistem itu membuat persaingan perebutan gelar MVP akan seru hingga akhir musim regular nanti.
Beberapa klub sudah mengantisipasi ancaman adanya perang internal itu. Salah satu di antaranya, Dell Aspac Jakarta. Manajer Aspac Irawan Haryono mengatakan bahwa pemberian hadiah itu sangat efektif memacu seorang pemain tampil habis-habisan. Namun, hadiah tersebut juga sangat berbahaya karena bisa membuat pemain Aspac bermain lebih individual.
Kim Hong, panggilan Irawan, menambahkan bahwa pihaknya segera melakukan rapat dengan timnya untuk membahas masalah hadiah itu. Pembicaraan, kata Kim Hong, akan difokuskan kepada penekanan agar Aspac terus bermain secara tim.
’’Jadi, nanti mainnya jangan sampai individual. Aspac harus solid dan tampil sebagai regu yang kompak. Rapat yang akan kami lakukan nanti adalah untuk mencegah kepentingan pribadi,’’ katanya.
Manajer yang selalu mengenakan topi terbalik itu menambahkan, dirinya dan tim pelatih akan terus menanamkan nilai-nilai kekompakan tim kepada anak buahnya. Hal lain adalah mencegah agar tidak ada penganakemasan dalam Aspac. ’’Tidak ada (penganakemasan). Semua pemain Aspac sama saja. Meski ada yang bermain bagus dalam satu game atau beberapa game, saya pastikan itu adalah kerja keras tim secara keseluruhan. Jadi bukan dia saja. Saya akan mencegah anak emas kayak gitu,’’ tutur Kim Hong.
Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta lebih ekstrem lagi dalam mengantisipasi ancaman perpecahan internal. Bagi pelita yang bertabur bintang, langkah lebih tegas memang harus dilakukan karena potensi perpecahan internal di tim itu lebih besar jika dibandingkan dengan tim lain.
’’Kami sudah membicarakan masalah hadiah MVP dengan seluruh pemain dan pelatih. Semua pemain sepakat bahwa jika ada pemain PJ yang menjadi MVP, hadiah mobil akan dibagi secara merata,’’ kata Ronald Simanjuntak, manajer PJ.
Sikap lebih tenang ditunjukkan Nuvo CLS Knights. Tim yang diperkuat banyak pemain muda itu menyatakan bahwa para pemainnya memiliki kesadaran tinggi untuk tidak terpancing melakukan persaingan dengan rekan sendiri demi mendapatkan mobil Chevrolet Spark.
’’Kami tidak ada pembicaraan khusus soal itu. Namun, pemain sadar bahwa mereka tidak akan menjadi MVP jika performa tim buruk. Saya rasa karakter pemain CLS sangat kuat. Mereka akan mengutamakan kemenangan tim daripada kepentingan individu,’’ tutur Simon Wong, manajer operasional CLS.