Keperkasaan Satria Muda (SM) Britama Jakarta mulai goyah. Di dua laga awal National Basketball League (NBL) Indonesia 2010-2011, tim be sutan Fictor ”Ito” Gideon Roring itu tumbang. Hasil yang buruk untuk tim juara empat edisi terakhir era liga lama, Indonesian Basketball League (IBL), itu.
Adalah Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta yang mem berikan SM kekalahan kedua. Dalam pertandingan seru di DBL Arena tadi malam (17/10), SM menyerah 71-67. Sebelumnya, dalam pertandingan pertama Sabtu lalu (16/10), SM lebih dulu ditaklukkan musuh bebuyutannya, Aspac Dell Jakarta.
Musim reguler NBL memang masih panjang. Di antara 27 pertandingan, baru dua yang dilakoni SM. Namun, dua kekalahan itu te tap saja menjadi sinyal buruk bagi SM. Se bab, biasanya mereka begitu dominan. Termasuk melawan Aspac sekali pun. Seperti pertandingan pertama melawan Aspac, tadi malam SM juga terlambat panas. Pada kuarter kedua, mereka tertinggal 15 poin.
SM yang diperkuat banyak pemain berpengalaman mampu mengurangi ketinggalan. Saat pertandingan kurang 50 detik, PJ hanya unggul setengah bola 68-67. Dua poin dari lay up pemain senior PJ Romy Chandra menghentikan upaya comeback yang dilakukan pemain SM. Apalagi, peluang SM melalui tembakan tiga angka Wellyanson Situmorang saat laga kurang 20 detik gagal membuahkan angka. Andy ”Batam” Poedjakesuma menggenapi kemenangan PJ menjadi empat poin melalui free throw saat pertandingan menyisakan 10 detik.
Batam menjadi bintang kemenangan PJ. Pemain berkepala pelontos itu mendulang 23 poin. Tembakan-tembakan tiga angkanya membuat defense SM kocar-kacir. Di antara delapan upaya tembakan tiga angkanya, dia memasukkan enam.
”Alhamdulillah. Mental anak-anak bagus. Suasana kebersamaan yang di ba ngun tim ini mulai terjalin. Tetapi pertandingan masih sangat banyak. Kami nggak boleh lengah,” kata Batam.
Terpisah, walau kalah dalam dua laga, Pelatih SM Fictor Gideon Roring menolak jika dominasi timnya akan ter saingi mu s im ini. ”Belanda masih jauh. Tetapi saya akan evaluasi total kekalahan ini. Determinasi anak-anak hilang. Tidak ada apinya. Ini bukan SM yang saya kenal,” tuturnya.
CLS Knights Bangkit
Dalam pertandingan lain, Nuvo CLS Knights Surabaya meraih kemenangan pertamanya. Setelah kalah dari PJ dalam laga perdana, kemarin CLS mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang 79-61.
Meski menang besar, CLS tidak mudah me ngandaskan Bimasakti. Semangat anak-anak Malang tidak kendor meski kehilangan banyak pemain hebat musim ini. Setelah ditinggal Ponsianus ”Koming” Nyoman Indrawan ke Pelita dan Hendry Sudjana ke Dell Aspac Jakarta, serta Dimas Aryo Dewanto ke PJ, kekuatan Bimasakti terlihat tidak banyak tereduksi.
Skuad Bimasakti yang dimotori Bima Rizky Ardiansyah mampu memberikan perlawan keras pada CLS di awal-awal pertandingan. Baru pada kuarter kedua CLS menemukan momentum untuk terus menjauh.
Center Agustinus Indrajaya menjadi bintang kemenangan CLS. Dia menjadi top skor de ngan 24 poin. Sementara, Sandy Febiansyakh nyaris membukukan double-double dengan 9 poin dan 12 rebound.
Meski menang, pelatih CLS W. Amran belum puas dengan performa timnya. Dia merasa pa ra pemainnya masih labil. Defense yang dipe ragakan Dimaz Muharri dkk juga belum solid. ”Anak-anak sering kali lamban untuk kembali ke pertahanan. Ini yang akan kami evaluasi. Apalagi emosi anak-anak kadang masih belum stabil benar,” ulas Amran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar