Sesuai dengan tagline-nya, New Season New Hope, NBL Indonesia benar-benar menjadi harapan baru bagi basket tanah air. Jika game basket profesional sebelumnya minim penonton, sepekan terakhir DBL Arena disesaki rata-rata sekitar dua ribu penonton setiap hari.
Teriakan defense…defense… dan booo…booo… bersahutan membahana di DBL Arena tadi malam saat Satria Muda (SM) Britama Jakarta berduel melawan Garuda Flexi Bandung dalam lanjutan seri I NBL. Meski sama-sama berasal dari kota yang jaraknya ratusan kilometer dari Surabaya, dua tim itu ternyata memiliki fans yang cukup besar.
Bahkan, seolah-olah terjadi perang suporter antara SM dan Garuda tadi malam. Saat pemain SM menguasai bola, suporter Garuda kompak berteriak defense. Ketika pemain Garuda mendapatkan free throw, suporter SM tidak kalah keras dalam meneriakkan booo
Hebohnya suasana pertandingan SM kontra Garuda tadi malam adalah salah satu contoh kemeriahan NBL Indonesia yang telah berlangsung tujuh hari sejak 16 Oktober lalu. Hampir semua pertandingan yang tersaji begitu seru. Bahkan, duel SM kontra Garuda tadi malam harus diselesaikan melalui overtime setelah sampai berakhirnya waktu normal kedudukan imbang 61- 61. SM akhirnya menang 70-64.
Pertandingan SM kontra Garuda tadi malam ditonton tidak kurang dari 2.500 penonton. Penonton paling banyak adalah opening day Sabtu lalu yang disaksikan tidak kurang dari 5.500 penonton. Kalau dirata-rata, selama tujuh hari seri I, setiap hari sekitar 2.500 penonton datang ke DBL Arena. Angka itu cukup fantastis karena pada era sebelumnya, IBL, sehari rata-rata dihadiri tidak sampai seribu penonton.
Tingginya animo penonton untuk datang langsung ke DBL Arena dan serunya pertandingan sebenarnya adalah hal yang saling terkait satu dengan lainnya. Penonton akan datang ke arena jika mereka bisa menyaksikan pertandingan yang seru. Sebaliknya, pemain akan lebih terlecut untuk menunjukkan performa terbaik jika suasana pertandingan penuh emosi karena banyaknya penonton.
”Saya lebih semangat dengan atmosfer NBL yang ramai. Meski bertanding dua hari beruntun, saya tidak merasa lelah,” kata Agustinus Indrajaya, center CLS Knights. Kamis lalu (21/10) Indrajaya tampil hebat dengan mendulang 24 poin untuk mengantarkan CLS mengalahkan Aspac Jakarta. Padahal, sehari sebelumnya, CLS bermain habis-habisan melawan Garuda.
Salah seorang penonton asal Surabaya Adeline Nadia menyatakan kagum dengan ramainya atmosfer NBL Indonesia. Dalam waktu singkat, PT DBL Indonesia selaku pengelola liga mampu meyakinkan penonton untuk datang ke arena pertandingan.
”Liga ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini lebih terkonsep. Ya tata acaranya, ya pertandingannya,” kata Nadia menjelang laga SM melawan Garuda kemarin. ”Ini bisa menjadi sinyal bagus bahwa basket tidak hanya pertandingan, tetapi juga hiburan,” tambahnya.
Perempuan 18 tahun itu menambahkan, karena puas, dia sampai menonton pertandingan enam hari beruntun. Menurut Nadia, dirinya tidak hanya mendukung satu tim saat nonton NBL Indonesia. Saat CLS melawan Aspac, alumnus SMA Kristen Petra 5 Surabaya itu juga mendukung tim tamu. ”Saya suka keduanya. Saya dukung keduanya. Saya akan terus bersorak, siapa pun di antara keduanya yang main bagus,” tambahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar