Kompetisi basket SMP di Surabaya, Honda Development Basketball League (DBL) Junior 2010, mungkin sudah boleh mengklaim diri sebagai ajang basket SMP terbesar di dunia. Bagaimana tidak. Panitia dari DBL Indonesia dan DetEksi Jawa Pos menyebut 5.852 penonton hadir, bergantian memadati DBL Arena Surabaya, pada hari pembukaan kompetisi kemarin (2/10).
Kehebohan itu pun kembali mengundang decak kagum tamu asing. Kali ini delegasi Western Australia (Australia Barat). Kemarin, selain diselenggarakan tiga pertandingan SMP pembuka, memang ada laga persahabatan in ternasional antara CLS Knights Surabaya melawan tim State Basketball League (SBL) All-Star dari Western Australia.
Pertandingan itu sekaligus merayakan 20 tahun hubungan sister state antara Jawa Timur dan Western Australia.
Kehebohan terasa satu jam sebelum pertandingan pertama, pukul 15.00 WIB. Ribuan suporter SMP Angelus Custos 1 (AC 1) dan SMPN 19 Surabaya sudah berbondong-bondong hadir di DBL Arena. Tim putri mereka memang tanding perdana.
Tampak warna oranye, kuning, dan putih memenuhi tribun selatan, tempat suporter AC 1 berada. ”Total dari kami 1.000 penonton. Termasuk para orang tua dan guru serta karyawan sekolah. Dukungan ini semoga bisa memberi semangat lebih untuk tim AC 1,” jelas I Wayan Sri Gunarti, guru sekaligus koordinator suporter AC 1.
Sekolah lain mengirimkan sedikitnya 500 suporter. Rata-rata berseragam. ”Zaman saya dulu jelas kalah jauh dengan yang tadi itu. Jawa Timur jelas bangga punya kompetisi seperti ini, dan sangat terbantu juga untuk pola pembinaan basketnya,” kata Saifullah Yusuf, wakil gubernur Jatim, yang kemarin hadir di DBL Arena.
Tri Rismaharini, walikota Surabaya, juga bangga dengan ajang ini. Dia menyoroti semakin besarnya perhatian asing terhadap basket di Surabaya. Di kota ini memang sudah berkalikali diselenggarakan even NBA dan semakin sering kedatangan tim dari luar negeri.
”Surabaya ini semakin dipercaya untuk menyelenggarakan even-even besar. Berarti, potensi pariwisatanya semakin terangkat dan keamanan Surabaya sudah terbukti baik,” katanya.
Di pertandingan persahabatan, tim SBL All-Star menang telak, 68-39. Setelah bertanding, para pemainnya tidak langsung pulang. Mereka duduk dulu menonton acara seru sebelum pertandingan penutup, antara tim putra SMPN 6 melawan SMPN 12 Surabaya.
Sebelum laga penutup itu, muncul penampilan Drum Band Arek Suroboyo, dibarengi aksi dance seru grup To The Point, juara dance di NBA Madness Presented by Jawa Pos, Juni lalu. Kemudian, seluruh lampu stadion dimatikan, dan kedua tim SMP diperkenalkan lewat layar LED di dua sisi gedung. Ribuan suporter SMPN 6 dan SMPN 12 pun menyambutnya dengan teriakan hebat.
Atraksi itu membuat geleng-geleng kepala delegasi Australia. Termasuk di dalamnya Michael Sutherland (wakil kepala DPR Western Australia), Hallam Pereira (international project director Department of Sport and Recreation WA), Martin Newberry (regional deputy director WA Trade Office), Geoffery Gold (CEO Sports Dynamics Asia), dan Rick Smith (CEO Basketball WA). Hadir pula Dede Syarief Syamsuri, konsul jenderal Indonesia di Perth.
”Magnificent! Banyak orang dan banyak teriakan. Dengan tampilnya marching band, saya benar-benar jadi bersemangat dan menikmati suasana. Ini jauh lebih besar dari yang ada di Perth (Australia Barat, Red),” kata Jarrad Prue, kapten tim SBL All-Star.
Hari ini (3/10) tim SBL All-Star kembali tampil di DBL Arena pukul 15.00 WIB, melawan Bimasakti Nikko Steel Malang. Juga di sela-sela pertandingan Honda DBL Junior 2010.
Kompetisi SMP yang diikuti total 96 tim (64 di babak utama) dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo ini sendiri akan berlangsung hingga 30 Oktober mendatang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar