Rabu, 25 Agustus 2010

Team USA Hanya Menang Satu Angka

Timnas basket Amerika Serikat alias Team USA sukses menjaga tren positif. Kemarin WIB (23/8) mereka sukses mengalahkan Spanyol 86-85 dalam laga uji coba di Madrid. Kemenangan itu membuat rekor Team USA 3-0 dalam uji coba menjelang Kejuaraan Dunia FIBA. Sebelumnya mereka mengalahkan Tiongkok dan Lithuania.

Dari skor pertandingan jelas bahwa Team USA tidak mudah meraih kemenangan atas Spanyol. Pada detik-detik akhir pertandingan, mereka dalam tekanan berat. Kalau bintang mereka Kevin Durant tidak tampil hebat, tim besutan Mike Kryzewski itu bisa jadi harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk.

Spanyol yang tidak diperkuat center andalannya, Pau Gasol (Los Angeles Lakers), melakukan start dengan buruk. Pada kuarter pertama, mereka tertinggal 16-3. Namun, masuknya point guard berusia 19 tahun Ricky Rubio mampu membangkitkan permainan Spanyol. Memang Team USA selalu unggul. Tapi, keunggulan itu tidak pernah jauh.

Pada 90 detik menjelang pertandingan berakhir, Spanyol berhasil leading 82-80. Felipe Reyes menciptakan dua poin dengan mudah setelah barisan pertahanan Team USA terpancing menutup pergerakan Rubio. Skor itu hanya bertahan 17 detik, setelah Durant menyamakan kedudukan

Berikutnya, guard asal Chicago Bulls Derrick Rose membawa Team USA unggul 84-82. Namun, beberapa saat kemudian Spanyol berhasil leading (85-84) melalui three point-play Juan Carlos Navarro saat pertandingan tersisa 27,8 detik.

Di saat-saat kritis itu, Rose kembali membawa Team USA leading. Setelah melewati Rubio, dia di-foul oleh Marc Gasol. Dua kesempatan free throw dimaksimalkan dengan baik oleh Rose untuk membawa Team USA leading 86-85.

Saat itu Spanyol minta time-out untuk menentukan strategi, memaksimalkan waktu yang begitu mepet. Team USA pun memilih melakukan zone defense untuk mengamankan keunggulannya.

Di saat genting itu, Durant yang sepanjang pertandingan mendulang 25 poin kembali menunjukkan peran vitalnya. Dia mengeblok tembakan tiga angka Rubio. Ketika bola jatuh ke tangan Rudy Fernandez, lagi-lagi bintang Oklahoma City Thunder itu berhasil mengeblok upaya tembakan tiga angka lawan. Itulah kesempatan terakhir Spanyol yang tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.

"Pertandingan malam ini (kemarin WIB, Red) sangat seru. Spanyol merupakan tim yang hebat. Kemenangan ini adalah modal baik sebelum ke Turki," ungkap Durant. "Team work kami juga semakin bagus dalam offense maupun defense," tambahnya.

Walaupun Spanyol kalah, point guard Spanyol Ricky Rubio mampu memukau para pemain Team USA dengan defense dan instinct passing-nya. "Ini kali pertama saya melihat Rubio main dan sangat terpukau. Dia seorang defender yang luar biasa. Dia akan sukses saat main di NBA nanti," puji Durant tentang point guard yang di-draft oleh Minnesota Timberwolves itu pada 2009.

Rubio mencetak 7 poin dan 4 steal di pertandingan tersebut. Juan Carlos Navarro yang pernah bermain di Memphis Grizzlies pada 2008 lalu menjadi top skor Spanyol dengan 20 poin.

Melihat serunya duel uji coba kemarin, mereka layak dijagokan untuk mengisi dua kuota di final Kejuaraan Dunia FIBA nanti. Apalagi, Spanyol berstatus juara bertahan. Sebaliknya, Team USA memiliki motivasi ganda untuk mengawinkan gelar Olimpiade dengan kejuaraan dunia. Sebagai catatan, dua tahun lalu Team USA merebut emas di Olimpiade Beijing 2008.

Team USA akan melakoni uji coba terakhir pada Rabu (25/8) di Athena, Yunani, untuk menghadapi tim nasional Yunani. Team USA sekarang masih memiliki 13 pemain. Skuad itu akan dirampingkan menjadi 12 pemain Kamis nanti (26/8). 12 pemain itulah yang mulai 28 Agustus nanti diterjunkan dalam Kejuaraan Dunia FIBA di Turki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar