Gambaran skuad DBL Indonesia All-Star 2010 semakin jelas terlihat. Itu setelah Development Basketball League (DBL) World Camp 2010 me lakukan seleksi kedua kemarin (9/8).
Dari yang awalnya 181 camper, kemarin hanya tersisa 48 orang. Proses pemilihan itu dilakukan para pelatih NBL Australia, DBL Indonesia selaku pe nyelenggara, serta pelatih dan pemain NBL Indonesia. Mereka memilih 48 camper terbaik dari 100 pemain tersisa. Mereka terdiri atas 24 pemain putri dan 24 putra.
Proses ini tidak mudah. Bahkan, tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi ketimbang penentuan 100 besar. Corey ’’Homicide’’ Williams membenarkan bahwa memilih 48 terbaik memang luar biasa susah. Sebab hampir semua pemain memiliki tingkat kemampuan hampir sepadan. ’’Hampir semua pemain bagus. Mereka agresif dan memiliki energi besar. Tentu saja sangat sulit menentukan sia pa yang pantas terus bertahan dalam camp,’’ tuturnya.
Dalam pemilihan, para pelatih harus berdebat panjang untuk mementukan siapa saja yang bertahan. Pada bagian putri, perdebatan bahkan memakan waktu sampai 40 menit lebih. Para pelatih kebingungan. Sebab, para pemain menunjukkan semangat besar dalam drills practice yang dipimpin legenda hidup basket Australia Andrew Vlahov.
Pemain telihat serius dalam menjalani latihan shooting, ball handling, dan defensive footwork. Mereka juga begitu antusias kala melakoni latihan fitness bahkan rest recovery/stretching. Pada bagian putra, proses pemilihan agak lebih mudah. Asisten Pelatih klub NBL Australia Cairns Taipans, Mick Downer, mengatakan, pendekatan untuk memilih 24 pemain putra ber beda dengan putri. Yaitu, menentukan pemain berdasarkan posisinya. Jadi, pemain sudah dipilahpilah berdasar posisi terbaiknya.
’’Pemilihannya agak susah. Sebab, setiap pemain mencurahkan semua energi dan bekerja keras dalam camp,’’ kata Downer. ’’Namun, prosesnya sangat bagus. Ada banyak kepala yang terlibat. Setiap pelatih berusaha memberikan penilaian terbaik,’’ tambahnya. Vlahov selaku koordinator pelatih menambahkan, pelatih akan bekerja lebih keras dalam menentukan skuad final DBL All-Star hari ini. Sebab, hal itu menuntut ketelilian dan kejelian ekstra.
Vlahov menambahkan, 48 pemain terpilih harus terus bekerja keras. Apa lagi, hari ini mereka memasuki babak penentuan yang sangat menegangkan. ’’Ini kesempatan mereka menunjukkan potensi diri. Saya berharap pemain terus mempertahankan performance-nya,’’ jelasnya. Pemain yang terpilih tampak begitu bangga.
Salah satunya siswa SMAN 1 Denpasar, Handry Satria. Meski senang, Handry mengatakan akan terus bekerja keras dan mematuhi semua instruksi pelatih. Handry sangat berharap bisa kembali masuk DBL Indonesia All-Star. Tahun lalu Handry juga masuk tim All-Star sehingga ikut merasakan belajar dan bertanding basket di Australia.
’’Saya sangat fokus mengejar tujuan itu. Saya sudah kelas 3, jadi ini kesempatan terakhir. Saya akan berusaha keras,’’ katanya. Sebaliknya, yang tidak terpilih mengaku tidak terlampau kecewa. ’’Masih ada kesempatan.
Masuk 48 besar saja sudah alhamdulillah,’’ kata pemian SMAN 5 Bogor Astrid Astari. Hari ini adalah hari terakhir DBL World Camp 2010. Para pelatih akan menentukan siapa saja yang bisa masuk DBL Indonesia All-Star. Awal November mendatang, tim All-Star akan terbang ke Seattle, Amerika Serikat, bersama lima pelatih. Di sana mereka berlatih dan belajar semua hal tentang bakset.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar