Rabu, 25 Agustus 2010

Team USA Kesulitan Kalahkan Lithuania

Pelajaran berharga didapatkan tim nasional Amerika Serikat alias Team USA yang bersiap menuju Kejuaraan Dunia FIBA (Federasi Bola Basket Internasional) 2010. Para pemain muda Team USA itu memperoleh pelajaran tentang kerasnya pertandingan internasional. Mereka menemui banyak kesulitan saat menjajal salah satu tim Eropa, Lithuania, di Madrid (Spanyol), kemarin (22/8) WIB.

"Pertandingan ini menjadi pengalaman berharga untuk para pemain yang belum pernah bertanding di luar Amerika. Nanti pertandingan di Turki pasti lebih fisikal lagi," ujar pemain tertua di tim ini, Chauncey Billups.

Para pemain muda Team USA memang belum memiliki pengalaman pertandingan internasional. Hanya Lamar Odom, Chauncey Billups, dan Tyson Chandler yang memiliki pengalaman bertanding internasional.

Minimnya pengalaman Team USA terlihat di kuarter pertama pertandingan tersebut. Para pemain Lithuania yang bermain keras sempat membuat mereka frustrasi. Alhasil, Team USA hanya memasukkan tiga field goal dari 21 percobaan di kuarter pembuka. Lithunia pun mengambil keunggulan di kuarter pertama itu dengan skor 15-7.

Namun, Team USA berhasil menenangkan diri dan menyesuaikan dengan kerasnya pertandingan. Keagresifan Team USA dalam defense membuat Lithuania frustrasi di babak kedua. Ini mengakibatkan Team USA berhasil memenangkan pertandingan dengan margin 16 angka. Team USA mencetak 15 steals dan tujuh block shot. Mereka juga memaksa Lithunia melakukan 21 turnovers. Keagresifan mereka dalam defense akan menjadi senjata utama di Turki nanti.

"Offense kami memang jelek di kuarter pertama, tapi defense kami luar biasa sepanjang pertandingan," ungkap Danny Granger, forward Team USA, setelah pertandingan.

Kevin Durant menjadi pencetak skor tertinggi dengan 15 poin, disusul Rudy Gay dengan 14 poin. Tapi, bintang pertandingan ini adalah Russell Westbrook. Dia sebelumnya adalah kandidat kuat untuk menjadi pemain terakhir yang tercoret karena lemah dalam menembak. Tapi, Westbrook berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa menembak dengan memasukkan dua 3-poin di saat-saat Team USA membutuhkannya.

"Saya tidak begitu memikirkan apakah saya akan dicoret atau tidak. Fokus saya memasuki pertandingan ini adalah main defense yang baik," terang Westbrook tentang fokusnya sebelum pertandingan.

Team USA akan menjalani satu pertandingan uji coba lagi di Madrid, yaitu menghadapi tuan rumah Spanyol. Ini menjadi ujian terberat Team USA karena Spanyol adalah juara bertahan Kejuaraan Dunia FIBA dan tim yang difavoritkan juara lagi.

"Saya sudah tidak sabar untuk melawan Spanyol. Pasti seru sekali, apalagi fans mereka pasti juga sangat ramai," ucap center Team USA Tyson Chandler.

Coach K, sapaan akrab pelatih Team USA Mike Krzyzewski, menampakkan rasa kurang puas seusai pertandingan. Dia tak punya keraguan untuk menjawab pertanyaan tentang kekurangan timnya. ''Semuanya,'' jawab Coach K, seperti dikutip ESPN.

''Kami harus terus meraih peningkatan di seluruh area sebagai sebuah tim, termasuk mengenal satu sama lain. Bukan hanya kesinambungan atau keterikatan, kami juga butuh sikap yang hebat untuk saling mengenal. Karena itulah, pertandingan seperti ini begitu penting,'' ungkap Coach K.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar