Minggu, 15 Agustus 2010

Jangan Takut Jadi Pebasket

Profesi atlet semakin menjanjikan saat ini. Tidak hanya di level senior, di level junior pun keuntungan besar menanti atlet berprestasi. Universitas Surabaya (Ubaya), misalnya, menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi basket bagus. ”Kami punya 500 beasiswa untuk mahasiswa berprestasi setiap semester.
Untuk mahasiswa berprestasi dari jalur basket, biaya kuliah kami diskon sampai 75 persen per semester. Jadi, mereka cukup membayar 25 persen,” kata Prof Drs Ec Wibisono Hardjopra noto, M.S. rektor Ubaya, saat menerima kunjungan camper DBL World Camp 2010 yang tidak lolos seleksi pertama dan kedua kemarin. Karena itu, tidak ada alasan lagi bagi seorang remaja untuk tidak menekuni basket maupun olahraga lain. Sebab, ketika mereka bisa menunjukkan prestasi hebat, banyak keuntungan yang bisa didapat.
Pria yang akrab disapa Prof Wibi itu begitu antusias menyambut 133 camper yang merupakan pebasket pilihan dari 18 provinsi di tanah air. Dia menjelaskan banyak hal tentang kampusnya di auditorium lantai 3 gedung Pascasarjana Ubaya. Prof Wibi memaparkan prestasi basket Ubaya yang cukup mentereng di level nasional. Dalam perhelatan Libamanas (Liga Basket Mahasiswa Nasional) tiga tahun terakhir, Ubaya selalu lolos empat besar.
”Pada 2009, tim basket pria Ubaya menjadi juara. Sedangkan tim wanita menjadi runnerup,” ujar penggemar wayang tersebut. ”Terima kasih kepada DBL World Camp 2010 atas pengalaman kali ini. Kami makin mantap dengan masa depan pebasket Indonesia. Skill basket oke, kuliah juga lancar,” kata Robertho Mambrasar dari SMA 2 Jayapura, Papua.
Sebelum berkunjung ke Ubaya, camper terlebih dahulu menerima basketball clinic di GOR Kertajaya. Materi pendalaman fundamental basket diberikan oleh para pemain dan pelatih klub-klub peserta National Basketball League (NBL) Indonesia. Materi dibagikan dalam enam station. Yakni, layup, passing, core, pemanasan, rebound, dan ball handling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar