Sabtu, 14 Agustus 2010

Songsong Amerika

Pulang, Pemain All-Star Langsung Berlatih Keras

Sebanyak 12 camper putra dan 12 camper putri sukses masuk dalam DBL Indonesia All-Star 2010 Selasa lalu (10/8). Mereka pun berhak dikirim ke Seattle, Amerika Serikat, untuk belajar dan bertanding basket di sana November mendatang. Dengan penuh kebahagiaan, para camper itu kemarin (11/8) meninggalkan Surabaya untuk pulang ke daerah masing-masing.
Namun, bukan berarti mereka bisa langsung pesta saat pulang ke rumah masing-masing. Sebaliknya, mereka sudah menyiapkan jadwal ketat untuk berlatih. Tujuannya, mereka bisa tampil sebaik mungkin saat di Amerika nanti. Salah seorang yang antusias mempersiapkan diri adalah Leonardo Ozzie Tedja Sukmana. Siswa kelas XII SMA Kolese De Britto Jogjakarta itu berencana membeli sejumlah peralatan penunjang dalam waktu dekat ini. ”Aku mau total menjelang ke Seattle. Makanya, aku beli barbel dan fitness ball,” kata Ozzie.
Empat hari mengikuti DBL World Camp di DBL Arena, Ozzie merasa paling kurang dalam masalah fisik. ”Waktu di station fitness, aku merasa keteteran. Butuh nambah jam untuk berlatih push-up dan sit-up juga,” terang putra pasangan Tjandra Tedja Sukmana dan Fenika Sukmana itu.
Chaeranny Riezka Utami juga tak mau kalah. Siswi kelas XII SMAN 5 Bandung itu berencana memperbaiki shooting. ”Kualitas menembakku masih payah. Ketahuan banget waktu camp lalu,” ucap Keke, sapaan Chaeranny Riezka Utami. Meski menjalani puasa, serangkaian program latihan telah disiapkan. Misalnya, jogging setiap sore 30 menit serta berlatih shooting dan dribbling empat kali seminggu.
”Habis Lebaran baru latihan berat. Termasuk fitness,” ungkap Keke. Persiapan serius juga akan dilakukan I.A. Drupadi D.D. dari SMAN 1 Denpasar, Bali. Sebagai MVP DBL World Camp, dia tidak ingin penampilannya kalah dengan anggota All-Star lain. ’’Saya harus main bagus. Tidak boleh malu-maluin, kan yang di bawa nama Indonesia. Saya akan berusaha menutupi kekurangan saya,’’ kata dara yang akrab di panggil Dayu itu.
Dia memaparkan banyak masukan yang diberikan oleh coach dari NBL Australia. Sebagai pemain center, lanjut Dayu, dirinya harus kuat push-nya karena badan lawan yang dihadapi nanti bakal lebih besar daripada pemain-pemain Indonesia. Dengan waktu tersisa, dia akan menemui beberapa pelatih basket di daerahnya untuk mendapatkan menu latihan yang benar. Kalau perlu, porsinya ditambah sesuai dengan kemampuan maksimalnya. Nah, latihan Dayu nanti bakal difokuskan pada kekuatan kaki yang berfungsi sebagai tumpuan kala harus melakukan body contact. Salah satu caranya adalah meniru langkah yang telah diberikan Andrew Vlahov dalam drill di station fitness.
’’Kalau perlu, saya akan ikut fitness juga jika memang bisa membantu menambah kekuatan kaki. Tapi, kekuatan tangan juga akan saya perhatikan,’’ tandasnya. Sebelum ke Seattle pada awal November mendatang, camper memiliki waktu sekitar dua bulan setengah untuk mempersiapkan diri. Pada akhir Oktober nanti, performa mereka ju ga diuji di DBL Arena. Dalam even itu mereka di tandingkan dengan tim dari Australia serta beberapa klub di Jatim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar