Sabtu, 14 Agustus 2010

Kecewa Citra Streetball

Corey Williams tentang Basket Dunia

Corey ”Homicide” Williams, bintang basket yang baru tampil di Development Basketball League (DBL) World Camp 2010 di Surabaya, punya pesan besar untuk disampaikan: Streetball yang dikenal sekarang bukanlah streetball yang sebenarnya.
COREY Williams meraih popularitas dari arena streetball. Julukan ”Homicide” dia dapatkan di jalanan, berkat kiprahnya mengalahkan pemain-pemain terhebat di ”jalanan.” Dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain streetball terbaik dalam sejarah. Lahir di kawasan ”keras” Bronx, New York, dia langsung terekspose dengan permainan jalanan itu sejak kecil. Hanya, dia kecewa dengan citra streetball yang sekarang tersebar luas di dunia. Selama berada di Surabaya 6–11 Agustus lalu, berkali-kali Williams menyampaikan kekecewaannya terhadap citra tersebut.
”Di tempat saya berasal, anak baru lahir sudah langsung bisa main basket. Kemana-mana kita pergi, di setiap perempatan jalanan ada lapangan basket,” papar Williams saat di Surabaya. Tapi, Williams menegaskan, streetball yang sebenarnya bukanlah streetball yang sekarang dikenal dunia. Streetball bukanlah kemampuan melakukan trik-trik basket seperti yang dipopulerkan oleh tur produsen sepatu dan apparel And1.
”Streetball versi And1 itu adalah show. Bukan basket. Itu seperti Harlem Globetrotter, yang melakukan berbagai trik basket untuk menghibur penonton. Streetball yang sebenarnya bukanlah itu,” ucapnya. Lalu, seperti apa streetball yang sebenarnya? ”Nyalakan komputer. Masuk ke situs YouTube. Lalu ke tik ’Corey Homicide Williams.’ Tonton baik-baik. Itulah streetball yang sebenarnya,” ucapnya.
”Streetball yang sebenarnya tidaklah berbeda banyak dengan pertandingan profesional. Bedanya, pertandingan streetball dilangsungkan di jalanan, di lapangan terbuka. Bedanya lagi, permainan di jalanan jauh lebih keras, menuntut ketangguhan ekstra. Itu namanya streetball. Sekali lagi, And1 bukanlah streetball!” tandas Williams.
Pemain yang pada 4 Agustus lalu berulang tahun ke-33 itu pernah terlibat dalam tur And1. Dia mengaku punya banyak teman di arena And1. Kata dia, banyak pula pemain And1 yang kecewa dengan perkembangan streetball tersebut. ”Percayalah, banyak pemain And1 yang kecewa dengan tur sendiri. Karena apa yang mereka lakukan bukanlah basket yang sebenarnya,” kata Williams ketus.
”Saya ingin dunia lebih paham, apa itu streetball yang sebenarnya. Streetball bukanlah kemampuan melakukan trik!” tandasnya sekali lagi. Saat ini Williams mengaku sedang menjadi salah satu bintang dalam sebuah film dokumenter tentang streetball. Dia berharap, dokumenter itu bisa menjelaskan lebih baik tentang apa itu streetball yang sebenarnya. Williams mengaku arena streetball (yang sebenarnya) terus mendapat pengakuan di Amerika Serikat.
Jordan Brand, merek sepatu dan apparel kelas atas, belakangan juga melirik arena tersebut dengan merilis sejumlah sepatu streetball (seperti sepatu basket biasa, tapi ventilasi lebih banyak). Williams merupakan salah satu bintang Jordan Brand di arena ter sebut. Ketika di Surabaya, dia selalu mengenakan sepatu atau apparel Jordan dari atas sampai bawah. ”Ini membanggakan. Jordan Brand hanya memilih bintang-bintang papan atas,” ucap point guard 191 cm itu.
Mengenai karir profesional, Williams sedang menunggu kontrak. Dia mengaku tidak akan kembali ke Townsville Crocodiles di National Basketball League (NBL) Australia, tempat dia meraih gelar Most Valuable Player (MVP) dan status termahal pada musim 2009–2010 lalu. ”Manajer saya sedang negosiasi dengan sejumlah klub di Eropa. Juli dan Agustus biasanya adalah bulanbulan menentukan. Semoga dalam waktu dekat saya bisa mendapat kepastian,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar