Sabtu, 04 September 2010

DBL All-Star Berlatih Perdana

Tim Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star mulai menjalani persiapan untuk menghadapi DBL International Challenge 2010. Kemarin (31/8) 24 pemain plus lima pelatih terbaik dari DBL World Camp with NBL Australia pada 7–10 Agustus lalu itu berkumpul di Surabaya. Tujuan utama mereka datang ke Surabaya sebenarnya adalah mengurus visa. Itu diperlukan untuk kelengkapan mereka belajar dan bertanding basket di Seattle, Amerika Serikat, pada akhir Oktober sampai awal November nanti.
Namun, karena pengurusan visa baru dilaksanakan hari ini (1/9), tadi malam mereka mengisi waktu luang dengan berlatih di DBL Arena. Malam ini mereka juga akan menjalani pertandingan uji coba. Tim putra melawan tim junior CLS Knights, sedangkan tim putri melawan Rajawali Surabaya. Lelah setelah menempuh perjalanan jauh tidak mengurangi antusiasme pemain DBL All-Star melakoni latihan perdana. Sebagaimana diketahui, 12 pemain putra, 12 pemain putri, plus lima pelatih itu merupakan pilihan di antara 181 pemain dan 48 pelatih yang mengikuti DBL World Camp.
Peserta camp tersebut disaring dari 23 ribu peserta Honda DBL 2010, liga pelajar terbesar yang dihelat di 21 kota pada 18 provinsi di seluruh Indonesia. ”Kalian akan membawa nama Indonesia saat ke Amerika nanti, bukan DBL. Jadi, kalian harus menunjukkan bahwa kalian bisa. Jaga diri baikbaik sehingga kalian bisa berangkat ke Seattle dalam kondisi terbaik pula,” pesan Azrul Ananda, commissioner DBL, menjelang latihan dimulai sambil lesehan di lapangan DBL Arena.
Latihan perdana DBL All-Star tadi malam dipimpin langsung oleh coach manager Budi Santoso dari SMA Petra 5 Surabaya. Dia didampingi empat pelatih All-Star lain, Hendry Bonardi (SMA Santo Petrus, Pontianak), Firman Mulyono (SMA Eben Haezar, Manado), Dicky Sastra Permana (SMA Trinitas, Bandung), dan Nurfian Samsi (SMAN 7 Bogor). Latihan tersebut berlangsung hampir tiga jam. Latihan itu sangat penting dalam perjalanan tim DBL All-Star selanjutnya. Sebab, dari latihan tersebut, para pelatih bisa mengenali karakter para pemain.
Selama DBL World Camp lalu, mereka lebih banyak mendapatkan materi di tempat terpisah. ”Inti latihan malam ini (tadi malam, Red) adalah adaptasi dan komunikasi. Sebelumnyakan mereka tidak saling kenal. Ini adalah proses penting dalam penyatuan mereka sebagai satu tim,” kata Budi setelah latihan. Para pemain yang memiliki latar belakang kebudayaan dan bahasa berbeda-beda tersebut memang tidak saling kenal dengan baik.
Pada awal sesi latihan, beberapa di antara mereka sering mengucapkan hey…hey… untuk memanggil rekannya. Melihat hal itu, Azrul menyuruh mereka berkenalan lagi. Dengan wajah malu-malu, mereka lantas bersalaman untuk berkenalan lagi. Setelah uji coba nanti malam, besok para pemain DBL All-Star akan kembali ke daerah masing-masing. Mereka akan berkumpul lagi di Surabaya pada 23 Oktober. Mereka akan melakoni latihan keras dan beberapa laga uji coba. Pada 30 Oktober mereka akan menghadapi Gold Coast United U-18. Pada 31 Oktober, mereka baru berangkat ke Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar